Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Jeritan Malam, film horor yang dibintangi Herjunot Ali dan Cinta Laura Kiehl, diangkat dari thread populer di Kaskus dan diklaim berdasarkan kisah nyata.
Film ini merupakan pengembangan dari thread milik Ade Prihatin di Forum Kaskus, pada 2015. Sebelum akhirnya menjadi buku, justru terlebih dahulu dikembangkan menjadi skenario oleh rumah produksi Soraya Intercine Films.
"Gue sempat baca threadnya di tahun 2017. Biasanya kan dari novel dulu baru ke skenario. Kalau ini, dari thread development ke skenario, lalu baru novelnya. Selama proses penggarapan, kita enggak pernah ketemu sama penulisnya. Memang dianya enggak bisa dan enggak mau ditemui. Baru ketemu sewaktu konferensi pers peluncuran novel beberapa waktu lalu," cerita Herjunot Ali saat media visit para pemeran Jeritan Malam ke redaksi Media Indonesia, Selasa, (5/11).
Dalam film yang akan tayang pada 12 Desember mendatang itu, Junot menjadi Reza, seorang pegawai baru di sebuah perusahaan di daerah Jawa Timur. Ia berteman dengan Minto (diperankan Indra Brasco), dan Indra (diperankan Winky Wiryawan). Dalam perjalanannya, ia menggali suatu misteri di mess tempat mereka tinggal.
Film ini juga menghadirkan Cinta Laura Kiehl yang beradu akting dengan Junot sebagai Wulan. Wulan merupakan karakter perempuan berdarah Sunda yang kuliah di Jakarta dan menjadi kekasih Reza.
"Meski aku berperan sebagai perempuan berdarah Sunda, di film ini tokohnya hidup di era sekarang (tahun 2007). Dan dia kuliah di Jakarta, jadi ya seperti karakter kebanyakan lainnya yang lebih akrab menggunakan berbahasa Indonesia. Tidak ada dialog (berbahasa) Sunda," ungkap Cinta Laura.
Memandikan keris
Junot yang bermain sebagai pemeran utama menganggap Jeritan Malam menjadi suatu perjalanan yang ia lalui. Film yang memang mengangkat klenik kejawen ini bersinggungan dengan beberapa ritus adat.
"Secara logisnya ini bisa dikatakan sebagai journey. Journey yang enggak bisa ngomong langsung percaya atau enggak percaya. Saya baru percaya kesurupan aja kemarin, sewaktu syuting pas ada kru yang mengalami."
Ia melanjutkan, "Ini bukan cuma soal kearifan lokal ya. Di luar negeri juga ada. Bahkan ada seriesnya di layanan streaming. Jadi metafisika itu ada. Ini terjadi sama aku yang saat syuting masuk ke gua, rasanya kayak ada yang menekan. Mau believing scientology tapi itu ya enggak bisa dijelasin dengan yang seperti itu. Awalnya enggak tahu, tapi lama-lama ya oh mungkin ada kali ya. Cuma setelah itu, tidak yang nyari-nyari juga."
Selama proses produksi, Indra Brasco, yang kembali berakting setelah 12 tahun rehat, menambahkan bahwa para pemain mengobservasi dari sesuatu yang dekat dengan mereka. Menurutnya, tidak harus selalu terjun langsung, tetapi menggali dari yang dekat. "Kita enggak harus nyemplung ya. Seperti Junot yang belajar dari temannya mengenai kejawen, cara treatment keris."
Junot pun mengaku sempat mewawancarai dua temannya yang diwarisi dengan tradisi kejawen. Salah satunya, ia belajar mengenai cara memandikan dan melakukan nyanyian untuk keris. "Kalau tidak bergabung di film Jeritan Malam, mungkin aku tidak akan belajar ini." (M-2)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved