Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU-BARU ini tim peneliti dari Universitas Duke dan Universitas Nasional Piura di Peru menemukan spesimen fosil monyet terkecil di hutan Amazon. Spesimen yang berupa gigi itu, oleh para peneliti, disebut spesies baru monyet yang tidak lebih berat daripada hamster.
Fosil spesies yang dinamai hewan Parvimico materdei ini digali di tepi sungai di sepanjang Rio Alto Madre de Dios di Peru Tenggara. Di tempat itu mereka menggali bongkahan batu pasir dan kerikil serta membawanya untuk direndam dalam air. Mereka kemudian menyaringnya untuk mendapatkan fosil gigi, rahang, dan fragmen tulang yang terkubur.
Tim mencari sekitar 2.000 pon sedimen yang mengandung ratusan fosil hewan pengerat, kelelawar, dan hewan lain sebelum mereka akhirnya melihat gigi monyet itu.
Penemuan fosil ini amat penting karena ahli paleontologi dapat mengetahui banyak hal dari gigi monyet, terutama geraham. Berdasarkan ukuran dan bentuk relatif gigi itu, para peneliti berpikir hewan itu kemungkinan makan buah-buahan dan serangga yang kaya energi serta memiliki berat sekitar 200 gram.
Peneliti Richard Kay, profesor antropologi evolusi, mengatakan sejauh ini, itu merupakan fosil monyet terkecil yang pernah ditemukan di seluruh dunia. (Sciencedaily/Rkp/L-2)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved