Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
FIRDA Athira Foundation bersama dengan Marisza Cardoba Foundation dan Clerry Cleffy Institut menggelar talkshow dengan tema Autoimun Berbagi Bahagia ‘Weekend Market’. Acara ini diselenggarakan di Lobby Lounge Hotel Sheraton, Gandaria City, Sabtu (27/7).
Firda Athira mengatakan, yayasan yang dibentuknya berfokus pada pendidikan anak marjinal dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi autoimun. Pasalnya, banyak dari masyarakat Indonesia belum sadar dengan bahaya auto imun.
Gadis belia berumur 17 tahun ini menyebut autoimun bukanlah suatu penyakit, oleh karenanya para penyintas auto imun tidak perlu merasa malu atau takut. Kendati demikian, ada sejumlah cara agar para penyintas autoimun ini dapat menjalani aktivitas dengan baik. “Pola hidup yang bisa dilakukan bagi para penyintas dan kita semua adalah pola hidup yang sehat, olah raga serta pengendalian stres yang baik,” ujar Firda.
Lebih jauh Firda menjelaskan, bagaimanapun ada keterbatasan yang dialami oleh para penyintas autoimun. Maka dari itu, Firda Athira Foundation berinisiatif memberikan pelatihan kepada mereka. “Jadi kita beri latihan dan modal wirausaha seperti membuat makanan, di mana makanan ini adalah makanan sehat. Sehingga aman dikonsumsi oleh siapa saja,” terangnya.
Senada dengan Firda, Ketua Umum Marisza Cardoba Foundation, Lilik Sudarwati mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum paham dengan kondisi auto imun. Selain itu, mayoritas penyintas autoimun masih dalam usia produktif. “Jadi kita membantu para penyintas ini berkarya dan mandiri,” katanya.
Untuk diketahui, Firda Athira Foundation (FAF) sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan yang menitikberatkan pada kesejahteraan anak-anak, termasuk kesejahteraan anak-anak marjinal di Indonesia. Sedang Clerry Cleffy Institut (CCI) adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang psikologi dan kemanusiaan. Mengabdikan diri bagi pengembangan diri Masyarakat Maluku terkhusus anaka-anak dan perempuan Maluku. (M-4)
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved