Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Facebook menerapkan kebijakan baru, melarang penjualan dan konten yang terkait produk alkohol dan tembakau, termasuk rokek elektik.
"Kebijakan baru itu mencakup penjualan secara privat, pertukaran, transfer, dan meberikan produk alkohol dan tembakau di Facebook dan Instagram," ujar juru bicara perusahaan itu kepada CNN Rabu (24/7).
Kebijakan yang diberlakukan mulai rabu itu juga diterapkan untuk Grup Facebook yang ditujukan untuk menjual produk tersebut. Jejaring sosial itu tengah menghubungi admin grup untuk perubahan kebijakan itu.
"Perusahaan menerapkan peraturan baru. Perusahaan akan mengunakan kombinasi teknologi, review dan laporan dari komunitas kita untuk menemukan dan menghapus konten yang melanggar kebijakan itu," tegas juru bicara itu.
Sayangnya kebijakan ini tidak diterapkan untuk pengguna kedua media sosial ini. Melalui kebijakan baru ini, para influencer yang dibayar mempromosikan produk mengandung nikotin tetap bisa memposting produk tersebut dan tidak dikenakan batasan usia.
Lebih lanjut ia menekankan perusahan mempertimbangkan kemungkinan perubahan kebijakan untuk influencernya dan bekerja sama dengan industri dan badan pengawas pada revisi potensial.
Tahun lalu, investigasi CNN merinci bagaimana Juul, produsen vape terbesar di Amerika Serikat, membayar pengguna Instagram populer untuk mempromosikan perangkatnya. Aksi mereka mendapatkan kecaman dari para ahli karena menyebabkan epidemi vape pada remaja. Tahun lalu, FDA mengumumkan peningkatan pengguna vape hampir 80% di siswa sekolah menengah. (M-3)
Baca juga : Gagal Jantung Pada Perempuan Kerap Tak Terdeteksi
Angka pembatasan kadar nikotin sebesar 1 miligram dan tar sebesar 10 miligram dinilai sebagai standar yang sangat mustahil untuk dipenuhi oleh produk rokok kretek asli Indonesia
Regulasi yang tidak implementatif justru menjadi karpet merah oknum tertentu, sehingga mungkin saja beralih ke produk ilegal.
Jika diterapkan tanpa kesiapan ekosistem yang mendukung, petani tembakau bakal menghadapi tekanan ekonomi yang serius.
Wakil Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Heru D Wardhana menjelaskan bahwa rata-rata kandungan nikotin tembakau Indonesia di atas 3-5 persen, bahkan ada pula yang lebih tinggi.
Rekomendasi Batas Maksimal Kadar Tar dan Nikotin saat ini tengah dirancang oleh Tim Penyusun Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK)
Proses perumusan kebijakan masih minim transparansi dan partisipasi publik, sehingga memerlukan regulatory impact assessment (RIA) yang komprehensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved