Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Sedotan plastik, pengaduk minuman, dan korek kuping (cotton bud) akan dilarang di Inggris mulai April 2020 sebagai bagian dari rencana pengurangan limbah plastik secara drastis di negara tersebut.
Dikutip dari CNN, Pemerintah Inggris mengonfirmasi larangan itu pada Rabu (22/5) setelah konsultasi terbuka dengan publik, menurut pernyataan dari pejabat lingkungan. Para pejabat memperkirakan bahwa 4,7 miliar sedotan plastik, 316 juta pengaduk plastik, dan 1,8 miliar cotton bud bertangkai plastik digunakan di Inggris setiap tahun, dengan 10% cotton bud dibuang ke toilet.
"Tindakan mendesak dan tegas diperlukan untuk mengatasi polusi plastik dan melindungi lingkungan kita," kata Sekretaris Lingkungan Michael Gove.
"Barang-barang ini sering digunakan hanya beberapa menit tetapi membutuhkan waktu ratusan tahun untuk rusak, berakhir di lautan dan samudera kita dan membahayakan kehidupan laut yang berharga," lanjutnya.
Larangan tersebut akan mencakup pengecualian bagi mereka yang membutuhkan sedotan plastik karena kebutuhan medis atau cacat, dengan apotek terdaftar diizinkan untuk menjualnya dan restoran, pub dan bar menyimpan stok yang mereka dapat sediakan untuk pelanggan berdasarkan permintaan.
Diharapkan langkah-langkah ini akan dapat mengurangi polusi plastik di lautan, yang membunuh lebih dari 100.000 mamalia laut dan satu juta burung setiap tahun.
Ada 150 juta metrik ton plastik di lautan kita, dan angka itu akan tiga kali lipat pada tahun 2025, menurut pernyataan itu.
"Menghentikan produksi dan distribusi ancaman plastik sekali pakai ini akan mencegah mereka mencemari pantai," kata Hugo Tagholm, CEO Surfers Against Sewage. "Ini adalah langkah yang sangat positif dan berani ke arah yang benar dalam pertempuran melawan polusi plastik."
BACA JUGA: Definisi Satuan Kilogram Kini Berubah
Langkah-langkah lebih lanjut termasuk usulan pajak Inggris untuk kemasan plastik yang mengandung kurang dari 30% konten daur ulang, yang saat ini dalam pembahasan.
Sebelumnya pada bulan Mei pemerintah 187 negara sepakat untuk mengontrol pergerakan sampah plastik antara perbatasan nasional, meskipun Amerika Serikat tidak ada di antara mereka. Langkah ini akan mencegah negara-negara maju mengirim limbah plastik mereka ke negara-negara berkembang untuk dibuang, yang menurut para aktivis telah mengubah negara-negara itu menjadi "tempat pembuangan."
Gebrakan dari Inggris ini ialah "langkah yang sangat disambut baik untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini dan mengembalikan ukuran pertanggungjawaban pada sistem pengelolaan limbah plastik global," kata World Wide Fund for Nature (WWF). Pemerintahan Skotlandia dan Wales juga diberitakan tengah menjajaki larangan serupa. (M-2)
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Pembakaran plastik yang tidak sempurna melepaskan senyawa beracun yang sangat stabil, yakni dioksin dan furan.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved