Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini makanan tradisional Bangladesh tersamarkan sebagai makanan India di rumah kari Inggris, hanya dimasak dan dilayani lelaki. Meluruskan persepsi itu, penulis buku The Brick Lane Cookbook Dina Begum angkat bicara.
Dina Begum besar di London dalam keluarga yang cukup konservatif. Ia jarang mengunjungi restoran Bangladesh atau India, seperti yang dikenal, dimiliki dan dijalankan oleh pria, dan dapur rumahan dianggap sebagai domain perempuan. "Makanan restoran" diterjemahkan menjadi ayam tandoori yang disiram pasta warna merah, dan kari tanpa saus, dalam saus yang dimasak sesuai tingkat kepedasan.
"Kata-kata seperti vindaloo, pathia, phaal, dan madras tidak ada dalam kosa kata kuliner saya, dan di restoran tidak ada yang mewakili makanan lezat dan bervariasi yang disiapkan ibuku pada waktu makan di rumah. Spesialisasi regional yang mencakup resep-resep lama berabad-abad dari era Moghul, hingga cita rasa Asia Tenggara dari negara tetangga Myanmar membedakannya dari makanan Bengali di Bengal Barat. Saya baru-baru ini menyoroti selera untuk masakan yang sering disalah pahami ini," katanya dikutip dari Independent.
Bahan-bahan unik seperti shatkora - jeruk pahit dan wangi, cabai Naga, sirup gula, ikan kering, dan minyak mustard menjadi dasar makan sehari-hari. Makanan bisa pedas atau seringan yang Anda suka, sayuran kunyit emas, mellow dals, semur ikan ringan, dan korma harum - dimasak dengan yoghurt alih-alih krim.
Manisan tradisional berbahan beras, pitha, yang biasanya bentuk penghormatan pada panen musim dingin di Bangladesh, dengan festival sebagai kunci keahlian memasak di negara tersebut. Orang Bangladesh ialah pelopor dari yang kemudian dikenal sebagai makanan "India" dan memiliki sebagian besar restoran India di Inggris, namun makanan ini bukan makanan asli India dan jauh dari masakan Bangladesh.
Dapur rumah ialah tempat rasa Bangladesh asli (dan asing) bisa ditemukan, dan restoran tidak membahas masalah ini. Hidangan seperti ayam tikka masala yang terkenal, balti dan korma kental tidak muncul di meja makan Bangladesh.
"Sekali waktu, di Brick Lane London timur - terkenal karena salah satu konsentrasi terbesar Bangladesh di Inggris - digunakan untuk menampung sekitar 50 rumah kari Bangladesh, sekarang hanya tinggal selusin. Bisnis yang dimulai pada 70-an dan 80-an telah beralih dari satu generasi ke generasi berikutnya, tidak pernah ada anak atau keponakan perempuan. Ketidakseimbangan gender ini tidak mengejutkan dalam keluarga Bangladesh di Inggris," papar Dina Begum.
Revolusi Senyap
Dalam suatu perjalanan baru-baru ini ke Whitechapel di London timur, ia kagum melihat perempuan yang bekerja di kafe sekaligus toko Bangladesh. "Para perempuan yang bekerja di sini dengan antusias menggambarkan asal mula beberapa manisan yang kurang dikenal, dengan percaya diri menukar pembicaraan mereka dari Bahasa Inggris ke Bahasa Bengali untuk mengakomodasi berbagai pelanggan. Baki-baki berisi moghlai porotas yang baru digoreng, bungkusan pastry goreng yang membungkus telur, cabai, dan bawang bombai dibawa dari dapur bawah tanah dengan baki-baki perak besar, dengan cekatan diimbangi oleh koki, aromanya membawa saya kembali ke Bangladesh."
Menurut Dina, ketika pria cenderung enggan untuk mengubah status quo, para perempuan percaya diri untuk melangkah dan membuktikan sudah waktunya memperlakukan makanan Bangladesh dengan serius. Ia menyebut sebagai 'quiet revolution,' cara merayakan dan mendapatkan kembali masakan generasi ibu, bibi, dan nenek.
Nur-E Gulshan dan Nur-E Farhana, ibu dan anak di balik restoran Korai Kitchen di Jersey City, pada tahun lalu dibawa ke garis depan oleh penulis makanan terkenal Mayukh Sen untuk The New York Times. Cara itu memperkenalkan makanan Bangladesh.
Di Inggris, ilmuwan yang menjadi wirausahawan Shelly Nuruzzam, salah satu pendiri Bang Curry, telah menciptakan resep sempurna untuk sukses memasak resep Bangladesh. Ia menawarkan pemula untuk memasak kuliner Bangladesh dengan cara cepat dan mudah. Shelly memperkenalkan citarasa Bangladesh dalam curry kits, seperti Moghul hangat dan dhaka dal yang telah ditampilkan di majalah dan ditebar di Whole Foods and Morrisons.
Katering populer, Nasrin Begum dari Bangladeshi Food, menikmati memasak setiap hari untuk keluarga besarnya dan jatuh cinta untuk menyiapkan makanan dalam jumlah besar lebih jauh. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis mikro seperti Nasrin, yang didirikan terutama oleh ibu rumah tangga memenuhi permintaan makanan yang dimasak di rumah untuk keluarga yang sibuk dan untuk acara lokal. Orang-orang lebih ingin tahu tentang perbedaan di dalam masakan dan punya keinginan untuk belajar cara memasak makanan Bangladesh, cara berbelanja bahan-bahan, dan yang paling penting - bagaimana rasanya.
Di Instagram, Afelia's Kitchen telah memiliki penggemar setia dengan lebih dari 68ribu pengikut, yang mencari ide resep dari Afia, menggabungkan hidangan tradisional dan modern serta menonton video dan cerita memasaknya.
"Ketika saya menulis Brick Lane Cookbook, dan menjadi tuan rumah klub makan malam, saya ingin menyajikan pilihan resep Bangladesh yang diilhami perempuan seperti ibu dan nenek saya dan membawa mereka ke garis depan. Saya tidak hanya menampilkan resep, tetapi berbagi rasa lezat yang telah saya nikmati. Ikan goreng sederhana dengan bawang dan nasi, ikan pahit dan kari mangetout, tumis labu pahit dan shemai - puding bihun manis. Ini adalah hidangan yang perlu dibagi dan keluar dari payung makanan India." (M-3)
Baca juga : Ijen dan Bromo Jadi Teaser Pelancong asal Negeri Jiran
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved