Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KARYA-karya yang berangkat dari koleksi para kolektor ini mengantar pada muara gagasan narasi yang mengeksplorasi identitas tubuh. Ditampilkan lewat proyeksi diri, maupun tubuh lain di luar sang seniman.
Kaca-kaca bulat kecil itu menempel pada semacam ranting, berputar serupa kipas angin yang lambat bergerak. Ketika kita berdiri di depannya, kelak kita akan melihat refleksi tubuh kita, seperti sedang berkaca, atau seolah pantulan obyek itu, serupa menggunakan kaleidoskop.
Karya berjudul Self Observatory version 1.1 (2012) milik Sara Nuytemans seolah ingin mengajak pengunjung yang berdiri di depan karyanya untuk melacak diri. Karyanya yang lain, yang juga dipajang ialah Rise and Shine (2014). Ini melibatkan partisipasi pengunjungnya, dengan naik ke podium bundar, lalu spontan terdengar tepuk tangan meriah dengan sorot lampu di tengah.
Dua karya itu menjadi representasi dari narasi yang dibangun pada pameran Bongkar Gudang edisi perdana Galeri Rubanah (Ruang Bawah Tanah). Tubuh manusia menjadi elemen penting untuk mendorong suatu karya memiliki pemaknaan lain.
Baik secara berwujud maupun simbolik, karya-karya milik para seniman ini memang memiliki narasi ketubuhan sebagai medium eksplorasi karya mereka. Karya Octora berjudul Laura's Paradise (2011), yang memunculkan sosok seorang bocah perempuan berambut panjang, telanjang, dan terlihat jantungnya yang merah, atau Baby Chicks (2011) milik Bunga Jeruk melalui perwujudan sepotong tubuh bagian atas bocah perempuan, dan di sampingnya ada dua ayam. Kedua karya ini memunculkan tubuh lain di luar senimannya, sebagai medium eksplorasi. Lalu, tubuh siapa yang 'dipakai' untuk ditampilkan itu?
Sematkan label
Memang, semua koleksi karya yang ditampilkan berasal dari para perupa yang 'kebetulan' ialah perempuan. Namun, pembacaan Rubanah dalam membahasakan tema karya yang muncul ialah bukan pada penyematan label perempuan perupa. Rubanah menggeser fokusnya pada karya yang terbaca, juga perkembangan karya yang muncul.
Misalnya, dengan dihadirkannya kembali karya sang seniman, kita juga bisa melacak perkembangan para perempuan ini berkarya. Windi Apriani misalnya, yang pada medio Juli tahun lalu berpameran Visible Form of Feeling, bertumpu pada proyeksi cahaya dan teknik tebal-tipis arsiran tinta pena, juga muncul pada Bongkar Gudang yang membawa karya Windi pada awal kesenimanannya, After Nature (2014).
Meski, tidak menutup peluang untuk menengahkan pameran ini sebagai tawaran gagasan bahwa karya para perempuan perupa juga tetap 'laku' sebagai karya koleksi. Ini menjadi jawaban Rubanah dalam menepis anggapan sinis yang menyebut karya mereka tidak jauh lebih laku ketimbang milik para seniman laki-laki. Toh, dari ke-27 karya ini menjadi bukti karya sebagai koleksi tidak turun nilai investasinya, lantaran kemandekan berkarya. (M-4)
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Lukisan "Pria Tanpa Wajah” karya Aura Kasih menuai kontroversi dan perhatian publik. Simak makna filosofis di balik karya seni abstrak tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menerima lukisan dari seorang anak bernama Billy yang sudah menunggu sejak pagi hari.
DUA seniman Tanah Air, Agus Wicak dan Zakimuh menggelar pameran tunggal bertajuk Bio Diversity dan Parodi. Pameran ini menyatukan dua kekuatan visual yang saling mengkritisi zaman.
SEBUAH karakter yang digambarkan sebagai sosok animasi gadis kecil yang menggemaskan dengan rambut merah dan mata besar menghiasi dinding yang ditempeli sejumlah lukisan.
SBY mengungkapkan, lukisan tersebut menggambarkan dua sisi kehidupan dunia saat ini yakni kekerasan akibat perang dan pentingnya berdamai dengan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved