Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
JAZZ Gunung Series 3 Ijen tak hanya menyajikan pertunjukan musik dari para musisi jazz Indonesia dan internasional, namun juga memberikan pengalaman pengunjung untuk menikmati pengalaman seni yang komplet. Kali ini, Jazz Gunung menghadirkan pameran batik Pekalongan dan seni visual ruang terbuka, yang memanfaatkan hutan bambu di area sekitar Jiwa Jawa Ijen Resort, Banyuwangi, yang menjadi lokasi festival.
Pameran batik Pekalongan bertajuk Beta Jemur, menghadirkan sekitar 50 helai kain batik karya maestro pebatik asal Pekalongan, Dudung Aliesyahbana. Pameran ini terinspirasi dari kebiasaan menjemur pakaian di halaman rumah di desa. Instalasi ini menjadi panggilan ingatan kolektif masyarakat Indonesia terhadap batik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Selama 40 tahun lebih saya ikut pameran sejak kecil dengan bapak saya, pameran batik itu selalu di gedung di indoor yang mewah dan megah. Tiba-tiba saat kemarin di Jazz Gunung Bromo punya ide, bagaimana kalau batik itu dijemur atau dipepe, digelar di hutan bambu di Banyuwangi. Ini menjadi sesuatu yang baru dalam pameran batik,” kata Dudung Aliesyahbana di Jiwa Jawa Ijen Resort, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, (9/8).
Sementara itu, dalam pameran seni rupa visual luar ruang, founder Jazz Gunung, Sigit Pramono, mengundang kurator Mikke Susanto sebagai kurator pameran bertajuk Fora Fauna: Kebun Binatang Seni. Pameran ini menghadirkan 40 karya yang tersebar di area Jiwa Jawa Ijen. Pameran ini menampilkan karya-karya dari para seniman lulusan ISI Yogyakarta, dosen, dan juga mahasiswanya.
“Saya melihat area ini adalah area yang seperti rimba hutan yang terjaga ekosistemnya. Mengundang saya untuk berkarya dengan tema Fora Fauna. Fora itu bentuk jamak dari forum. Semoga bisa memberikan satu dimensi lebih dari sekadar melihat tontonan karya seni tapi juga ada nilai lain dari persoalan lingkungan dan politik di sini,” kata kurator Mikke Susanto.
Sigit menambahkan, Jazz Gunung tidak melulu menyajikan musik. Namun juga menyelenggarakan kegiatan seni budaya. Yang istimewa, dalam pameran seni visual luar ruang, budayawan dan seniman Butet Kartaredjasa juga ikut menampilkan karyanya yang diciptakan pada 2017, sebuah instalasi berbentuk binatang celeng.
Butet, yang juga merupakan ko-pendiri Jazz Gunung bersama Sigit dan Djaduk Ferianto mengatakan, hadirnya pameran seni dan batik di Jazz Gunung adalah suatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. “Ketika kami bertiga dulu mendirikan Jazz Gunung, suatu yang tidak dibayangkan, ujungnya akan semakin berkembang luar biasa seperti hari ini,” tambah Butet.
“Dulu konteksnya untuk menghidupkan Bromo untuk recovery setelah ada insiden bom. Tapi jadi berkembang di tempat lain. Perkembangan luar biasa, tidak hanya berurusan dengan jazz tapi juga sektor seni lain, menghidupkan atmosfer kebudayaan,” lanjut Butet.
Pameran batik Pekalongan Beta Jemur berlangsung hingga 18 Agustus, sementara pameran Fora Fauna akan berlangsung hingga 9 September. (H-2)
Daerah juga diharapkan menangkap peluang pemasukan dari program strategis seperti Makan Bergizi Gratis atau Koperasi Merah Putih.
Inovasi ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kualitas keseharian, diwujudkan melalui produk interior rumah bernama Interior Series IN16.
JMX 2025 diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis audio-visual.
PAMERAN Asia Fashion (Indonesia) Show ke-2 menarik 202 perusahaan dari lebih dari 8 negara dan wilayah yang menampilkan produk mereka di 293 booth.
Muslim LifeFest memadukan pameran dagang, edukasi, sportainment, dan konferensi internasional dalam satu ekosistem halal.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menggelar BCA Expo 2025 di Hall 5–10 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 22–24 Agustus 2025.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved