Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
VISIT Saudi Travel Fair 2025 yang berlangsung di Jakarta pada beberapa pekan lalu usai bergulir. Tercatat hampir 18.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan, membuktikan bahwa Arab Saudi masih jadi destinasi yang diminati bagi pelancong Indonesia.
Kegiatan itu diselenggarakan langsung oleh Saudi Tourism Authority (STA), acara ini mengajak masyarakat Indonesia untuk “Discover the Soul of Arabia”, menghadirkan budaya, keramahan, dan pengalaman wisata Saudi secara autentik, sekaligus mempererat hubungan dengan salah satu pasar terpentingnya.
Berdasarkan data hasil kegiatan itu, destinasi seperti AlUla, Jeddah hingga Riyadh jadi destinasi favorit pengunjung, tercatat adanya lonjakan pemesanan tiket wisata ke daerah tersebut. Melihat lebih dekat destinasi yang jadi favorit para pelancong, berikut ringkasannya :
Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Arab Saudi, kota terbesar kedua di negara itu setelah ibu kota Riyadh, dan pusat komersial penting. Kota ini terletak di pesisir Laut Merah dan menjadi "gerbang" utama bagi para peziarah Muslim yang menuju Mekkah dan Madinah.
Ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan di Jeddah, pelancong bisa memulai perjalanan dengan menelusuri sejarah di dalam rumah-rumah kuno Al balad dengan memasuki Bait Nassif. Saat memasuki Bait Nassif, di tempat itu pengunjung akan berdiri di halaman rumah Arab pertama yang dirancang secara oriental di Jeddah. Rumah ini telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai tempat tinggal sementara bagi para raja dan endekiawan.
Selain itu pelancong yang ingin merasakan kelezatan hidangan khas Jeddah, mampirlah ke toko roti “Al-Saidi Furn” yang berusia 200 tahun. Toko roti ini terkenal dengan kue-kue panggang paling lezat seperti “Al-Shareek” dan “Futt". Atau pelancong bisa berjalan-jalan santai di sepanjang Jeddah Corniche, maupun menikmati keindahan Jangan Air Mancur Raja Fahd yang mampu menyemburkan air setinggi 312 meter ke langit.
Riyadh jadi kota berikutnya yang jadi destinasi favorit para pelancong, kota itu menawarkan keindahan dari gabungan antara sejarah kuno dengan dinamika modern, menawarkan sekilas andang ke masa lalu dan masa depan Arab.
Museum Nasional Arab Saudi bisa jadi pilihan destinasi wisata saat pergi ke Riyadh. Dari Bumi hingga bulan, dan dari zaman prasejarah hingga zaman modern, lorong-lorong di Museum Nasional Saudi akan membawa pelancong dalam petualangan yang melampaui ruang dan waktu. Pelancong akan menyaksikan bukti artistik dan sejarah di jantung kota Riyadh di lingkungan Al Murabba dekat istana Raja Abdulaziz.
Pelancong juga bisa menikmati keindahan kota Riyadh dari ketinggian dengan mengunjungi Sky Bridge di Kingdom Center. Dari ketinggian 300 meter di langit Riyadh, nikmati pemandangan panorama. Setelah merasakan pengalaman melihat Riyadh dari atas, pergilah ke masjid tertinggi di Kerajaan Arab Saudi, Masjid Raja Abdullah, di lantai 77.
AlUla jadi destinasi baru yang bisa dikunjungi pelancong saat mengunjungi Saudi Arabia. Di sana pengunjung bisa menjelajah AlUla, Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi, yang terletak di gurun barat laut. Kagumi makam kuno dari peradaban berusia 7.000 tahun dan formasi batuan yang menakjubkan seperti Batu Gajah setinggi 52 meter.
Maraya Hall jadi salah satu tempat yang bisa pelancong kunjungi, menghadirkan keajaiban arsitektur yang ikonik dengan full cermin. Saat mendekati bangunan cermin megah di Lembah Ashar AlUla ini, pelancong akan merasa ditipu karena Maraya tampak menghilang di antara tebing batu pasir di sekitarnya sebelum dengan cepat muncul kembali. (Rif/M-3)
Optimisme kenaikan jumlah pelancong di Kota Semarang karena kareana masa liburan lebaran tahun ini cukup panjang yang hampir 20 hari.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved