Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Tren kebijakan karyawan wajib kembali ke kantor atau return to office (RTO), mengemuka pascapandemi, dimulai hingga 2024 dan tetap menjadi perbincangan hingga 2026. Telah banyak perusahaan raksasa mengumumkan kebijakan wajib masuk kantor, menciptakan kesan bahwa era kerja jarak jauh yang menguat di masa pandemi, sudah berakhir.
Namun, data terbaru menunjukkan, preferensi pekerja dan praktik perusahaan ternyata masih condong pada fleksibilitas. Kerja jarak jauh dan hibrid masih relevan, bahkan tetap menjadi faktor krusial dalam perekrutan, retensi, serta produktivitas tenaga kerja. Data Founder Reports, Selasa, 6 Januari 2026, menunjukkan hanya 27% perusahaan di Amerika Serikat yang benar-benar kembali ke model kerja sepenuhnya tatap muka.
Fenomena serupa juga diperkirakan terjadi di berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia, dengan angka detail yang mungkin bervariasi. Namun, intinya posisi kerja hibrid kini lebih umum dibandingkan pekerjaan yang fleksibel. Tren ini tidak hanya terjadi di kalangan pekerja, namun juga wirausaha, terutama yang melibatkan digital.
Fenomena itu tentunya harus dijawab dengan ketersediaan fasilitas internet yang mantap di rumah, lokasi favorit para pekerja dan pengusaha saat melaksanakan tugas profesionalnya di luar kantor. Harga langganan internet pun kini kian murah, dengan kecepatan yang saling berkejaran antar penyedia teknologi.
Kini sejumlah pengembang perumahan menyediakan paket penjualan rumah sekaligus koneksi internet, termasuk di perumahan seluas 60m2 seharga mulai Rp400 jutaan di Mustika Park Place, Jalan Cheri Raya, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Harga paket yang bisa dipilih mulai Rp169 ribu, Rp199 ribu, Rp229 ribu, hingga Rp799 ribu dengan kecepatan dari 20 Mbps, 50 Mbps, sampai 100 Mbps.
“Yang paling favorit biasanya di Rp169 ribu atau Rp229 ribu. Paket 20 Mbps bisa dipakai 5–6 perangkat sekaligus untuk YouTube, TikTok, Instagram, dan aktivitas online lainnya. Sudah cukup lancar untuk kebutuhan rumah tangga kecil,” kata Commerce Director PT Cyberindo Aditama (CBN) Dedy Handoko, pada jumpa media di Bekasi, Rabu (11/2).
Koneksi internet yang disediakan CBN itu, kata Dedy, berasal dari jaringan fiberoptik yang dibangun FiberStar. Sementara, pada proses penjualannya juga melibatkan Mustikaland sebagai pengembang. Di Mustika Park Place sendiri, kolaborasi itu akan melingkupi para penghuni perumahan dan bangunan komersial yang menempati luasan proyek sedikitnya 28 hektare. Pendekatan serupa juga dilakukan di proyek-proyek Mustikaland Development lainnya yaitu Mustika Garden Tamansari serta Mustika Village Sukamulya.
Tingkat kesiapan infrastruktur digital di proyek perumahan yang mengandalkan koneksi tol tol Cimanggis – Cibitung itu telah mencapai rata-rata 85%, dengan total homepass sekitar 2.000 unit yang sudah terjual dan siap terkoneksi. Pada tahap pertama, layanan akan diberikan pada 400 unit rumah yang sebagian sudah dihuni.
“Di Indonesia, CBN sudah hadir hampir di seluruh Indonesia yaitu Medan, Jawa, Bali, Makassar, dan kota-kota lain. Pelanggan hampir mencapai 700 ribu, dan target 2026 sekitar 800 ribu pelanggan. Komposisi pelanggan CBN lebih banyak rumah tangga, meskipun ada juga hotel dan pelanggan bisnis.”
Sementara, Commerce & Network Director FiberStar Marcelus Ardiwinata menyampaikan pihaknya kini juga berfokus pada pertumbuhan ekosistem smart living selain juga menjadi agen penjualan resmi Starlink. Untuk memantau kualitas jaringan, pihaknya menerapkan teknologi network management system (NMS) yang datanya bisa dimanfaatkan oleh kecerdasan artifisial (AI) untuk mengidentifikasi berbagai hal, termasuk berbagai gangguan. “Namun basis utamanya tetap dari NMS. Selain itu, kami juga punya Auto Configuration System (ACS) dan menggunakan teknologi untuk mendeteksi berbagai kondisi perangkat, termasuk gangguan pada perangkat di rumah pelanggan,” kata Marcelus.
Untuk segmen rumah tangga, FiberStar telah melayani 600 ribu rumah, dengan target gelaran jaringan pada 2026 sekitar 750 ribu rumah. “Dalam mengoperasikan fiber optic di berbagai wilayah Indonesia, sebenarnya tidak ada yang khusus kami perlukan terkait regulasi, yang penting jangan dipersulit. Regulasi di pemerintah pusat sudah terpenuhi, tetapi di tingkat pemerintah daerah perizinannya bisa berbeda-beda. Jadi kami harus menyesuaikan. Kalau masuk ke suatu wilayah, perizinan tergantung status jalannya, apakah jalan provinsi atau jalan milik pemda. Itu yang harus kami antisipasi.”
CEO Mustikaland Development David Sudjana menyatakan menyasar kelas menengah yang sanggup mencicil KPR hingga Rp4 jutaan per bulan, penghuni perumahannya membutuhkan internet untuk bekerja dari rumah, belajar daring, mengakses hiburan, hingga menggunakan berbagai fitur ponselnya. Koneksi menggunakan fiber optic itu berasal dari kabel yang ditanam di tanah dengan jalur yang sudah siap dihubungkan langsung ke rumah. “Pelanggan tinggal pesan, instalasi bisa selesai kurang dari satu jam,” kata David. (X-8)
KPK periksa Kartika Sari sebagai saksi kasus dugaan suap ijon proyek Bekasi, yang menjerat Bupati nonaktif Ade Kuswara dan pihak swasta.
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Pembangunan JPO tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga untuk memberikan kemudahan
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi menetapkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved