Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINGINAN manusia untuk meninggalkan jejak di luar angkasa kini tidak lagi hanya milik para astronot. Melalui program Send Your Name with Artemis, NASA memberikan kesempatan bagi masyarakat dunia untuk mengirimkan nama mereka ke orbit Bulan secara cuma-cuma.
Program ini bukan sekadar gimik, melainkan bagian dari upaya global untuk menginspirasi generasi masa depan dalam eksplorasi ruang angkasa (STEM).
Misi Artemis 2 sendiri merupakan tonggak sejarah besar. Ini adalah misi berawak pertama yang akan mengorbit Bulan sejak era Apollo berakhir lebih dari setengah abad lalu.
Dengan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, misi ini akan membawa empat astronot dalam perjalanan 10 hari melintasi sisi jauh Bulan pada tahun 2026.
| Target Peluncuran | Maret 2026 |
| Batas Pendaftaran Nama | 21 Februari 2026 |
| Kapasitas | Disimpan dalam Microchip/SD Card |
| Lokasi Peluncuran | Kennedy Space Center, Florida |
Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah nama tersebut dicetak di badan roket? Jawabannya adalah teknologi digital. Jutaan nama yang masuk melalui situs resmi NASA akan dikonversi menjadi data digital dan disimpan di dalam sebuah microchip atau kartu SD (Secure Digital).
Penyimpanan ini diletakkan di dalam modul kru kapsul Orion. Saat Orion meluncur, nama Anda akan ikut merasakan guncangan peluncuran, menembus atmosfer, dan melayang di lingkungan mikrogravitasi. Setelah mengorbit Bulan pada jarak sekitar 10.300 km dari permukaan, data tersebut akan kembali ke Bumi dan jatuh di Samudra Pasifik bersama para astronot.
Proses pendaftaran ini sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja di seluruh dunia. Berikut adalah panduan teknisnya:
Setelah berhasil, Anda akan mendapatkan Boarding Pass digital yang mencantumkan nama Anda, logo misi Artemis, dan detail peluncuran. Anda bisa mengunduh, mencetak, atau membagikannya di media sosial dengan tagar #NASAMoonCrew.
Berdasarkan jadwal terbaru di tahun 2026, NASA telah menetapkan batas waktu pendaftaran nama untuk misi Artemis 2 pada 21 Februari 2026. Batas waktu ini disesuaikan dengan tahap integrasi akhir perangkat keras ke dalam kapsul Orion sebelum peluncuran yang ditargetkan pada Maret 2026.
Penundaan peluncuran dari Februari ke Maret 2026 memberikan waktu tambahan bagi tim teknis untuk memastikan sistem bahan bakar hidrogen pada roket SLS dalam kondisi optimal setelah uji coba wet dress rehearsal. Jika Anda melewatkan kesempatan ini, nama Anda harus menunggu hingga misi berikutnya, yaitu Artemis 3.
Keterlibatan publik adalah kunci keberhasilan misi jangka panjang. Dengan mengirimkan nama, masyarakat merasa memiliki bagian dalam sejarah eksplorasi. Data dari misi Artemis 1 pada 2022 menunjukkan lebih dari 2 juta nama telah berhasil dikirim ke luar angkasa. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan minat generasi muda terhadap sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
1. Apakah program ini berbayar?
Tidak, program ini sepenuhnya gratis sebagai layanan publik dari NASA.
2. Berapa lama nama saya akan berada di luar angkasa?
Untuk misi Artemis 2, perjalanan berlangsung sekitar 10 hari dari peluncuran hingga pendaratan di laut.
3. Apakah saya bisa mendaftarkan nama anggota keluarga?
Ya, Anda bisa mendaftarkan siapa pun selama memiliki alamat email untuk konfirmasi.
4. Apa yang terjadi jika saya lupa kode PIN?
Anda mungkin tidak bisa mengakses kembali boarding pass digital Anda untuk diunduh ulang, jadi pastikan mencatatnya.
5. Apakah nama saya akan mendarat di permukaan Bulan?
Untuk misi Artemis 2, nama hanya akan mengorbit Bulan. Pendaratan di permukaan direncanakan pada misi Artemis 3. (Z-10)
NASA akan menguji teknologi komunikasi berbasis laser dalam misi berawak Artemis II untuk mempercepat pengiriman suara, data, serta gambar dan video dari Bulan ke Bumi.
NASA memasuki fase penting pada 2026 dengan misi krusial seperti Artemis II, Pandora, dan Aspera untuk menjelajah Bulan, exoplanet, serta memahami alam semesta lebih dalam.
ESA membangun fasilitas simulasi LUNA di Jerman untuk melatih astronaut dan menguji pendarat Argonaut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved