Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Antariksa Eropa (ESA) memasuki babak baru dalam eksplorasi luar angkasa dengan rencana ambisius membangun kehadiran mandiri dan berkelanjutan di Bulan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya global untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan dalam beberapa dekade mendatang.
Fokus utama program ESA terletak pada dua inisiatif besar, pendarat bulan Argonaut dan fasilitas simulasi LUNA di Jerman. Kedua proyek ini menjadi fondasi bagi kesiapan Eropa dalam mendukung misi robotik maupun berawak ke Bulan.
Pendarat Argonaut dirancang untuk membawa berbagai perlengkapan penting bagi misi luar angkasa, termasuk makanan, air, oksigen, instrumen ilmiah, sistem komunikasi, pembangkit daya, hingga kendaraan penjelajah (rover).
Berbeda dengan pendaratan misi Apollo di masa lalu, Argonaut dikembangkan agar mampu bertahan selama malam bulan yang berlangsung dua minggu, ketika suhu dapat turun hingga minus 170 derajat Celsius.
Untuk menguji daya tahan dan kemampuan Argonaut, ESA bekerja sama dengan Pusat Antariksa Jerman (DLR) membangun fasilitas LUNA, yang berlokasi di dekat kota Koeln (Cologne), Jerman.
Fasilitas canggih ini dijuluki sebagai “bulan di Bumi”, karena dirancang menyerupai kondisi ekstrem di permukaan Bulan. LUNA berfungsi sebagai laboratorium penelitian dan tempat pelatihan astronaut, di mana para ilmuwan dapat menguji teknologi penjelajahan dan sistem pendukung kehidupan.
Area uji di LUNA memiliki lantai yang dapat digali hingga kedalaman tiga meter, memungkinkan pengujian kemampuan pengeboran, pengambilan sampel, mobilitas, serta eksplorasi sumber daya alam di Bulan.
Selain itu, fasilitas ini juga meniru cahaya matahari yang intens, bayangan ekstrem, serta lingkungan berdebu khas Bulan, memberikan kondisi realistis untuk menguji peralatan seperti pendarat Argonaut.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan cita-cita ESA, agar Eropa dapat berdikari dalam eksplorasi antariksa dan tidak hanya bergantung pada kemitraan internasional. (Space/Z-2)
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya.
NASA menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026 setelah ditemukan kebocoran hidrogen cair saat uji coba. Simak jadwal terbaru dan tantangannya di sini.
NASA menyelesaikan uji krusial pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II meski sempat terkendala kebocoran. Peluncuran ke Bulan tetap ditargetkan 8 Februari.
NASA resmi mengumumkan jendela peluncuran Artemis II, misi berawak pertama mengorbit Bulan sejak Apollo 17 pada 1972, menandai era baru eksplorasi antariksa manusia.
NASA hadapi dua tekanan. Pusat ilmiahnya di Goddard Space Flight Center dirampingkan dan rencana pendaratan manusia di Bulan tertunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved