Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rekor Baru! NASA Temukan Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Tata Surya

Thalatie K Yani
01/2/2026 09:00
Rekor Baru! NASA Temukan Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Tata Surya
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.(NASA)

PARA astronom baru saja menyaksikan kataklisme vulkanik paling hebat yang pernah tercatat di tata surya kita. Pesawat ruang angkasa Juno milik NASA berhasil menangkap serangkaian letusan gunung berapi serentak yang menutupi area seluas 65.000 kilometer persegi di permukaan Io, bulan milik planet Jupiter.

Peristiwa luar biasa yang terjadi pada 27 Desember 2024 ini melepaskan energi yang diperkirakan mencapai 140 hingga 260 terawatt. Sebagai gambaran, letusan paling energik yang pernah tercatat di Io sebelumnya "hanya" sebesar 80 terawatt tahun 2001. Bahkan, letusan Gunung St. Helens yang sangat dahsyat di Bumi pada 1980 hanya berkekuatan 52 terawatt.

Jaringan Magma Bawah Tanah

Keunikan peristiwa ini bukan hanya pada kekuatannya, melainkan pada sinkronisasi letusannya. Peneliti menemukan beberapa sumber aktif menyala secara bersamaan dengan kecerahan seribu kali lipat dari level normal. Fenomena ini mengarah pada penemuan baru: adanya jaringan waduk magma yang saling terhubung tepat di bawah permukaan lava Io.

"Apa yang membuat peristiwa ini semakin luar biasa adalah bahwa hal itu tidak melibatkan satu gunung berapi saja, melainkan beberapa sumber aktif yang menyala secara bersamaan," kata Alessandro Mura dari Italian National Institute for Astrophysics (INAF) dalam sebuah pernyataan. "Sinkronisasi sempurna ini menunjukkan bahwa itu adalah peristiwa letusan tunggal yang sangat besar, merambat melalui bawah permukaan selama ratusan kilometer."

Tim peneliti menduga mantel dan bagian bawah permukaan Io menyerupai "spons" yang dipenuhi pori-pori berisi magma. Namun, karena tidak semua gunung berapi di wilayah tersebut ikut meletus, ilmuwan menyimpulkan bahwa hanya gunung tertentu yang terhubung ke jaringan magma khusus ini.

Rahasia Pemanasan Io

Io, yang memiliki diameter sekitar 3.643 km, menampung sekitar 400 gunung berapi aktif. Aktivitas vulkanik yang ekstrem ini dipicu gaya pasang surut gravitasi dari Jupiter yang sangat kuat. Gravitasi tersebut meremas dan melenturkan bagian dalam Io, menghasilkan panas yang cukup untuk menjaga mantelnya tetap dalam bentuk cair.

Letusan masif ini terdeteksi instrumen JIRAM (Jovian InfraRed Auroral Mapper) pada pesawat Juno saat terbang melintas pada ketinggian 74.400 kilometer. Meski awalnya dirancang untuk mempelajari atmosfer Jupiter, kemampuan inframerah JIRAM terbukti sangat efektif dalam memetakan titik panas vulkanik di Io.

Sebagai bagian dari perpanjangan misinya, Juno akan terus melakukan pertemuan dekat dengan bulan-bulan Galilaean Jupiter. Pada penerbangan berikutnya, Juno akan kembali memantau permukaan Io untuk mencari aliran lava baru dan deposit abu yang dihasilkan dari ledakan spektakuler ini. Temuan mendalam mengenai fenomena ini telah diterbitkan pada 10 Januari di Journal of Geophysical Research: Planets. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya