Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Fenomena Wolf Moon Supermoon dan Oposisi Jupiter Hiasi Langit di Awal Tahun 2026

Cornelius Juan Prawira
30/1/2026 22:50
Fenomena Wolf Moon Supermoon dan Oposisi Jupiter Hiasi Langit di Awal Tahun 2026
Ilustrasi(Doc BBC)

AWAL tahun 2026 menghadirkan dua fenomena astronomi menarik yang dapat disaksikan, yakni Wolf Moon Supermoon dan Oposisi Jupiter. Kedua peristiwa langit ini menjadi sorotan para pengamat bintang karena terjadi berdekatan pada bulan Januari dan menawarkan pemandangan indah tanpa memerlukan peralatan khusus.

Wolf Moon Supermoon Januari 2026

Bulan purnama pertama di tahun 2026, yang dikenal sebagai Wolf Moon, mencapai puncaknya pada 3 Januari 2026. Penamaan Wolf Moon berasal dari tradisi budaya kuno, khususnya suku asli Amerika dan Eropa, yang mengaitkan bulan purnama Januari dengan lolongan serigala di musim dingin.

Pada tahun ini, Wolf Moon juga termasuk kategori supermoon, yaitu kondisi ketika fase purnama bertepatan dengan perigee atau titik terdekat Bulan dengan Bumi. Akibatnya, Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan purnama biasa, meskipun perbedaannya relatif halus bagi mata awam.

Waktu terbaik untuk mengamati Wolf Moon adalah saat Bulan terbit di ufuk timur menjelang senja, ketika efek optik moon illusion membuatnya tampak lebih besar dari biasanya.

Beberapa fakta menarik terkait Wolf Moon Supermoon 2026 antara lain:

  • Puncak fase purnama terjadi pada 3 Januari 2026 sekitar pukul 05.02–05.03 GMT, namun dapat diamati sejak malam sebelumnya
  • Termasuk supermoon karena jaraknya lebih dekat ke Bumi dibandingkan rata-rata
  • Nama Wolf Moon telah digunakan secara turun-temurun oleh berbagai budaya untuk menyebut Bulan purnama di bulan Januari

Jupiter Capai Oposisi di Januari 2026

Selain Wolf Moon, planet raksasa Jupiter juga mencapai fase oposisi sekitar 10 Januari 2026. Oposisi terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Jupiter, membuat planet tersebut tampak paling terang dan terbesar sepanjang tahun.

Dalam kondisi ini, Jupiter akan terbit bersamaan dengan Matahari terbenam, terlihat sepanjang malam, serta mudah diamati bahkan dengan mata telanjang dari wilayah minim polusi cahaya. Fenomena ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Jupiter, baik menggunakan teleskop maupun teropong kecil.

Wolf Moon dan Jupiter Tampak Berdekatan

Keistimewaan Januari 2026 semakin lengkap karena Wolf Moon dan Jupiter tampak berdekatan secara visual di langit malam. Pada malam 2–3 Januari, Bulan purnama terlihat terbit di timur dengan Jupiter berada tidak jauh di bawahnya.

Keduanya dapat ditemukan di sekitar rasi Gemini, dengan bintang terang Pollux dan Castor sebagai penanda tambahan. Pemandangan ini dinilai sangat menarik dan fotogenik bagi pengamat langit maupun penggemar astrofotografi.

Masyarakat yang ingin menikmati fenomena ini disarankan untuk mengamati dari lokasi dengan cakrawala timur yang terbuka, menghindari area dengan polusi cahaya tinggi, serta menggunakan teropong atau teleskop kecil untuk melihat satelit Jupiter dan detail permukaan Bulan.

Fenomena Wolf Moon Supermoon dan Oposisi Jupiter Januari 2026 menjadi salah satu momen astronomi paling menarik di awal tahun. Selain memberikan pengalaman visual yang menakjubkan, peristiwa ini juga menjadi kesempatan edukatif untuk mengenal lebih dekat dinamika tata surya.

Sumber: BBC Sky at Night Magazine, Live Science, Forbes



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya