Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
JAUH di kedalaman rasi bintang Scutum, sekitar 5.100 tahun cahaya dari Bumi, bersemayam sebuah raksasa kosmik yang membuat Matahari kita tampak tak lebih dari sebutir pasir. Dialah UY Scuti, bintang merah superraksasa yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu objek terbesar yang pernah ditemukan di Galaksi Bima Sakti.
Cobalah berandai-andai, jika UY Scuti diletakkan di pusat Tata Surya, permukaannya akan menelan Merkurius, Venus, Bumi, Mars, bahkan melampaui orbit Jupiter. Pada estimasi awal, radius bintang ini diperkirakan mencapai 1.708 kali radius Matahari. Angka yang nyaris mustahil dibayangkan, sekitar lima miliar Matahari dibutuhkan hanya untuk mengisi volume raksasa merah ini.
Namun, sains terus bergerak. Berkat data presisi dari satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA), para astronom merevisi ukurannya. Estimasi terbaru menyebutkan radius UY Scuti “menyusut” menjadi sekitar 909 kali radius Matahari. Meski demikian, predikatnya sebagai monster kosmik tetap tak tergoyahkan, ukurannya masih jauh melampaui nalar manusia.
Yang lebih mengejutkan, UY Scuti ternyata bukan raksasa yang padat. Massanya diperkirakan hanya 7 hingga 10 kali massa Matahari. Sebuah paradoks kosmik: volumenya membengkak jutaan kali lipat, tetapi kepadatannya sangat rendah. Hal ini terjadi karena atmosfernya mengembang luar biasa luas, dipicu oleh suhu ekstrem di inti bintang.
UY Scuti juga dikenal sebagai bintang variabel semireguler. Ia seolah “bernapas”, berdenyut setiap sekitar 740 hari, menyebabkan tingkat kecerahannya naik dan turun secara dramatis di langit malam.
Kini, UY Scuti berada di fase senja kehidupannya. Bahan bakar nuklirnya terkuras dengan cepat, harga mahal dari ukurannya yang kolosal. Para astronom memprediksi bahwa dalam beberapa juta tahun ke depan (waktu yang singkat dalam skala kosmik), bintang ini akan mengakhiri hidupnya lewat ledakan supernova yang luar biasa terang.
Akhir tersebut bukan sekadar penutup cerita. Dari puing-puing ledakan itu, UY Scuti bisa meninggalkan bintang neutron yang sangat padat, atau bahkan melahirkan lubang hitam, objek paling misterius dan rakus di alam semesta.
Hingga kini, status UY Scuti sebagai “bintang terbesar” masih diperdebatkan dan bersaing ketat dengan kandidat lain, seperti Stephenson 2-18. Namun siapa pun yang memegang mahkota, satu hal pasti, UY Scuti adalah pengingat betapa kecil dan rapuhnya manusia di tengah kemegahan semesta yang nyaris tak berbatas. (StarFacts.com/Space.com/Z-10)
Astronom mengungkap misteri Blue Stragglers, bintang purba yang tampak awet muda dengan menghisap gas dari pasangannya.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Struktur ini, yang merupakan filamen materi raksasa sepanjang 50 juta tahun cahaya, berisi deretan galaksi yang tidak hanya sejajar tetapi juga berputar selaras dengan filamen induknya.
Galaksi Bima Sakti ternyata tidak sekadar berputar di angkasa. Ia juga bergerak dinamis, seperti bergoyang.
Para ilmuwan kini semakin dekat untuk membuktikan keberadaan materi gelap, objek tidak terlihat yang diyakini membentuk lebih dari seperempat isi alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved