Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA kita memperhatikan model tata surya, ada satu kesamaan yang mencolok, semua planet mengorbit Matahari pada bidang yang hampir sama. Alih-alih bergerak ke segala arah secara acak, delapan planet kita justru berbaris rapi seperti berada di atas piringan raksasa yang datar.
Lantas, apa yang ada di atas dan di bawah bidang tersebut? Dan mengapa alam semesta memilih bentuk "pancake" yang rata dibandingkan bola yang semrawut?
Di Bumi, arah "atas" dan "bawah" ditentukan gravitasi. Namun, di luar angkasa, konsep ini menjadi relatif. Dalam skala luas, para astronom mendefinisikan "bawah" sebagai area di bawah bidang orbit tata surya yang disebut ekliptika. Secara konvensi, jika Anda melihat planet-planet mengorbit berlawanan arah jarum jam, berarti Anda berada di "atas" bidang tersebut.
Menariknya, bidang datar ini tidak hanya terjadi pada skala tata surya kita. Galaksi Bima Sakti juga memiliki bidang galaksi sendiri. Uniknya, bidang tata surya kita tidak sejajar dengan bidang galaksi, keduanya membentuk sudut sekitar 60 derajat. Bahkan, kelompok galaksi kita (Local Group) juga terkumpul dalam apa yang disebut bidang supergalaksi.
Jawaban mengapa semua ini berbentuk datar terletak pada proses pembentukan miliaran tahun lalu. Awalnya, tata surya hanyalah awan gas dan debu raksasa yang disebut nebula surya.
Karena setiap partikel memiliki massa, mereka saling tarik-menarik akibat gravitasi. Perlahan tapi pasti, awan ini mulai menyusut. Saat menyusut, nebula tersebut mulai berputar. Fenomena ini mirip dengan penari es (ice skater) yang berputar semakin cepat saat menarik tangan mereka ke arah tubuh.
Saat awan gas semakin padat, partikel-partikel di dalamnya mulai sering bertabrakan. Interaksi inilah yang "meratakan" tata surya.
"Jika sebuah partikel yang bergerak turun melalui bidang orbit menabrak partikel yang bergerak naik, interaksi tersebut cenderung membatalkan gerakan vertikal dan mengorientasikan kembali orbit mereka ke dalam satu bidang datar," jelas pakar ilmu keplanetan yang terlibat dalam riset ini.
Lama-kelamaan, awan yang tadinya berbentuk tidak beraturan runtuh menjadi bentuk cakram datar. Di pusat cakram ini, Matahari terbentuk, sementara material di pinggirannya menggumpal menjadi planet-planet yang kita kenal sekarang.
Proses yang sama kemungkinan besar terjadi pada skala yang jauh lebih besar, menata miliaran bintang di Bima Sakti dan kelompok galaksi ke dalam bidang-bidang datar yang berbeda. Pada akhirnya, semua kemiringan dan arah bidang ini berakar pada rotasi acak awal dari awan gas asal mereka. (Live Science/Z-2)
Planet mengorbit Matahari karena gravitasi! Pelajari selengkapnya tentang hukum Kepler, orbit elips, dan mengapa planet tetap pada jalurnya di tata surya kita. Klik di sini!
Penelitian terbaru menggunakan data dari teleskop luar angkasa Kepler menemukan bahwa planet kecil dan besar terbentuk dengan cara yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved