Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

2 Bintang Masif Melintas Dekat Matahari, Tinggalkan Jejak pada Awan Gas

Thalatie K Yani
09/12/2025 08:32
2 Bintang Masif Melintas Dekat Matahari, Tinggalkan Jejak pada Awan Gas
Astronom menemukan “bekas luka” pada awan gas di sekitar tata surya yang menunjukkan dua bintang masif melintas dekat matahari 4,4 juta tahun lalu. (NASA)

ASTRONOM menemukan sekitar 4,4 juta tahun lalu, matahari pernah berpapasan dekat dengan dua bintang masif dan sangat panas. Kesimpulan ini diperoleh dari sebuah “bekas luka” yang tertinggal pada awan gas dan debu di wilayah tepat di luar tata surya

Penemuan ini berawal dari analisis gerakan awan antar bintang yang disebut local interstellar clouds, yang membentang hingga 30 tahun cahaya. Ditambah pergerakan matahari dan dua bintang penyusup tersebut. Saat ini, kedua bintang itu berada sekitar 400 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di wilayah depan dan belakang rasi Canis Major.

“Ini seperti teka-teki dengan potongan-potongan yang terus bergerak,” kata pemimpin tim, Michael Shull dari University of Colorado Boulder. “Matahari bergerak. Bintang-bintang menjauh dari kita. Awan-awan itu ikut melayang.”

Tata surya berada dalam area kosong materi yang dikenal sebagai local hot bubble, wilayah berisi gas panas dan jarang. Interaksi antara lingkungan ini dan awan antar bintang menjadi kunci memahami bagaimana Bumi mendapatkan kondisi yang mendukung kehidupan.

“Fakta matahari berada di dalam awan-awan yang bisa melindungi kita dari radiasi pengion mungkin merupakan bagian penting yang membuat Bumi layak huni hingga hari ini,” ujar Shull.

Melalui pemodelan, tim meneliti dua bintang di Canis Major: Epsilon Canis Majoris (Adhara) dan Beta Canis Majoris (Mirzam). Hasilnya menunjukkan keduanya kemungkinan melintas sejauh 30 tahun cahaya dari matahari, jarak yang sangat dekat dalam ukuran kosmik. Pada masa itu, bintang-bintang tersebut diperkirakan tampak empat hingga enam kali lebih terang dibanding Sirius saat ini.

Kedua bintang ini memiliki massa sekitar 13 kali matahari dan suhu mencapai 25.000 derajat Celsius, jauh lebih panas dibanding suhu matahari. Saat melintas, keduanya memancarkan radiasi ultraviolet kuat yang mengionisasi atom hidrogen dan helium di awan antar bintang. Atom-atom yang kehilangan elektron inilah yang meninggalkan “bekas luka” terdeteksi oleh astronom.

Temuan ini membantu menjelaskan tingkat ionisasi hidrogen dan helium yang sebelumnya dianggap tidak biasa di wilayah tersebut. Tim juga menilai tiga bintang katai putih serta radiasi dari local hot bubble berperan dalam proses ionisasi tersebut.

Ionisasi ini tidak bersifat permanen dan akan hilang dalam beberapa juta tahun. Sementara itu, Epsilon dan Beta Canis Majoris diperkirakan akan meledak sebagai supernova dalam beberapa juta tahun mendatang. Meski tidak berbahaya bagi Bumi, ledakan tersebut akan terlihat sangat terang.

“Supernova yang meledak sedekat itu akan menerangi langit,” kata Shull. “Akan sangat, sangat terang, tapi cukup jauh untuk tidak mematikan.” (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya