Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Misi Apollo 1 dikenang sebagai salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah penerbangan antariksa Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 1967 di Cape Kennedy, Florida, saat NASA tengah melakukan uji coba pra-penerbangan untuk misi Apollo berawak pertama.
Apollo 1 sejatinya dijadwalkan meluncur pada Februari 1967. Tiga astronaut berpengalaman, yaitu Virgil Grissom, Edward White, dan Roger Chaffee ditugaskan menjalani misi tersebut.
Saat uji coba berlangsung di landasan peluncuran, tiba-tiba api muncul di dalam modul komando pesawat Apollo 1. Dalam hitungan detik, api membesar dan memenuhi kabin yang saat itu berisi oksigen murni. Para astronaut sempat melaporkan kebakaran melalui radio, tetapi situasi berkembang terlalu cepat.
Tim penyelamat kesulitan mendekati kapsul akibat panas ekstrem dan asap tebal. Lima menit setelah laporan pertama terdengar, petugas berhasil membuka modul komando. Namun, ketiga astronaut telah meninggal dunia akibat kehabisan oksigen, bukan karena luka bakar.
Hasil penyelidikan menemukan bahwa api kemungkinan dipicu oleh kabel listrik yang rusak di dekat posisi Grissom. Kondisi kabin yang penuh oksigen, ditambah banyaknya material mudah terbakar seperti Velcro dan nilon, membuat api menyebar dengan sangat cepat. Selain itu, desain pintu kapsul yang membuka ke dalam membuatnya hampir mustahil dibuka dalam kondisi darurat.
Tragedi Apollo 1 mengguncang NASA dan hampir menghentikan ambisi Amerika Serikat untuk mendaratkan manusia di Bulan. NASA dan kontraktor pesawat ruang angkasa mendapat kritik keras karena dinilai lebih mengutamakan jadwal daripada keselamatan.
Namun dari tragedi ini, perubahan besar dilakukan. NASA merombak total desain pesawat Apollo. Atmosfer kabin diubah menjadi campuran oksigen dan nitrogen, seluruh bahan mudah terbakar dihilangkan, serta pintu kapsul diganti dengan desain baru yang bisa dibuka dalam hitungan detik. Sistem kabel dan pipa juga diperkuat demi meningkatkan keamanan.
Perbaikan tersebut membuahkan hasil. Kurang dari dua tahun kemudian, misi Apollo kembali diluncurkan dengan standar keselamatan yang jauh lebih baik. Puncaknya terjadi pada Juli 1969, saat Apollo 11 berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan.
Hingga kini, Apollo 1 dikenang bukan hanya sebagai tragedi, melainkan juga pelajaran penting tentang keselamatan dan tanggung jawab dalam eksplorasi antariksa. Pengorbanan Grissom, White, dan Chaffee menjadi fondasi penting yang memungkinkan keberhasilan program Apollo dan pencapaian bersejarah umat manusia di Bulan. Sumber: NASA, Astronomy Magazine.
Program Artemis tidak hanya bertujuan untuk mendaratkan manusia, tetapi juga membangun fondasi kehadiran jangka panjang di Bulan.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved