Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA resmi menyelesaikan uji terbang perdana model sayap skala kecil yang dirancang khusus untuk meningkatkan aliran udara lancar (laminar flow). Inovasi ini diproyeksikan mampu mengurangi hambatan udara (drag) secara signifikan, yang pada akhirnya akan menekan biaya operasional bahan bakar bagi pesawat komersial di masa depan.
Uji coba tersebut berlangsung pada 29 Januari di Armstrong Flight Research Center milik NASA di Edwards, California. Dalam eksperimen ini, tim peneliti menggunakan jet tempur F-15B sebagai platform riset. Model sayap yang dinamakan Crossflow Attenuated Natural Laminar Flow (CATNLF) berukuran 40 inci tersebut dipasang secara vertikal di bagian bawah badan pesawat, menyerupai sirip.
Selama penerbangan yang berlangsung sekitar 75 menit, tim memastikan bahwa pesawat dapat bermanuver dengan aman meski membawa beban tambahan berupa model sayap tersebut.
"Sangat luar biasa melihat CATNLF terbang setelah semua kerja keras yang dilakukan tim dalam persiapannya," ujar Michelle Banchy, peneliti utama riset CATNLF. "Melihat F-15 lepas landas dan membawa CATNLF ke udara membuat semua kerja keras itu terbayar lunas."
Teknologi CATNLF dirancang untuk memperbaiki aliran udara di atas sayap model swept-back (sayap miring ke belakang) yang umum digunakan pada pesawat penumpang maupun jet tempur. Dengan meminimalkan gangguan aliran udara, teknologi ini menjaga kondisi laminar flow tetap stabil. Jika aliran udara tetap mulus, hambatan berkurang, dan konsumsi bahan bakar dapat ditekan.
Penerbangan ini merupakan yang pertama dari rangkaian 15 rencana uji coba. Fokus utamanya adalah untuk melihat bagaimana performa desain tersebut dalam berbagai kecepatan, ketinggian, dan kondisi penerbangan yang berbeda.
"Penerbangan pertama ini terutama difokuskan pada perluasan amplop terbang (envelope expansion)," jelas Banchy. "Kami perlu memastikan perilaku dinamis yang aman dari model sayap selama penerbangan sebelum kami dapat melanjutkan ke manuver penelitian."
Selama pengujian, tim melakukan serangkaian manuver seperti berbelok, menahan posisi stabil, hingga perubahan sudut anggit (pitch) ringan pada ketinggian 20.000 hingga 34.000 kaki. Data awal menunjukkan bahwa karakteristik aerodinamis model sayap bekerja sesuai ekspektasi.
Untuk mengukur efektivitas aliran udara, NASA menggunakan kamera inframerah yang dipasang pada pesawat untuk mengumpulkan data termal. Hasil awal mengungkapkan bahwa aliran udara pada model tersebut sangat mendekati prediksi yang dibuat melalui model komputer sebelumnya.
"Teknologi CATNLF membuka pintu bagi pendekatan praktis untuk mendapatkan laminar flow pada komponen besar yang miring ke belakang, seperti sayap atau ekor, yang menawarkan potensi pengurangan pembakaran bahan bakar terbesar," pungkas Banchy.
Proyek ini merupakan kolaborasi di bawah program Flight Demonstrations and Capabilities serta program Subsonic Vehicle Technologies and Tools milik NASA, yang bertujuan menciptakan masa depan penerbangan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. (NASA/Z-2)
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved