Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA supermoon terakhir tahun ini akan menghiasi langit pada awal Desember. Berdasarkan data Old Farmer’s Almanac, puncak iluminasi supermoon atau yang dikenal sebagai Cold Moon akan terjadi pada 5 Desember pukul 06.15 WIB. Waktu ini bertepatan dengan 4 Desember pukul 18.15 EST di Amerika Serikat.
Supermoon ini merupakan bulan purnama ketiga sekaligus yang terakhir pada tahun ini. Pada fase tersebut, Bulan diperkirakan berada sekitar 357.000 kilometer dari Bumi, membuatnya tampak lebih besar dan jauh lebih terang dibanding bulan purnama biasa.
Di Indonesia, Bulan akan tampak penuh sepanjang malam 4-5 Desember, dan bentuk hampir purnama masih dapat terlihat keesokan harinya apabila cuaca cerah. Menurut catatan NASA, supermoon dapat tampak hingga 14% lebih besar dan 33% lebih terang dibandingkan micromoon, yaitu bulan purnama yang terjadi saat Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi.
Ukuran dan kecerahan yang menonjol ini menjadikan Cold Supermoon momen ideal bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan langit malam di penghujung tahun. Fenomena ini juga tampak semakin dramatis ketika Bulan berada dekat garis horizon.
Efek optik yang disebut moon illusion membuat Bulan terlihat jauh lebih besar ketika terbit di balik gedung, pegunungan, atau pepohonan. Pada kondisi supermoon, ilusi tersebut tampak lebih kuat.
Nama Cold Moon atau Cold Supermoon diberikan karena kemunculannya bertepatan dengan periode ketika temperatur di Eropa dan Amerika Utara mulai turun drastis saat memasuki musim dingin. Di Amerika Serikat, kondisi cuaca diperkirakan semakin ekstrem seiring berlanjutnya polar vortex yang sudah berlangsung sejak libur Thanksgiving hingga awal Desember.
Namun, fenomena ini tidak berdampak pada wilayah Indonesia, yang tidak mengalami musim dingin. Masyarakat di Tanah Air dapat menikmati penampakan Cold Supermoon tanpa harus berhadapan dengan suhu ekstrem, menjadikannya momen langit malam yang nyaman dan menarik untuk disaksikan.
NASA menambahkan bahwa berbagai lembaga menggunakan batasan berbeda dalam menetapkan apakah suatu bulan purnama termasuk supermoon, karena orbit Bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna.
Akibatnya, ada waktu-waktu tertentu Bulan berada lebih dekat ke Bumi, menghasilkan tampilan yang lebih besar dan terang daripada biasanya. Dengan kondisi langit yang cerah, masyarakat Indonesia memiliki peluang baik untuk menyaksikan supermoon untuk penutup tahun ini.
Sumber: Media Indonesia, NASA.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Supermoon adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika bulan berada dalam fase purnama dan secara bersamaan berada di titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya.
Pemandangan langit awal tahun 2026 dihiasi oleh fenomena astronomi Supermoon di langit Provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Sejumlah fenomena astronomi langka dan menarik akan menghiasi langit malam, mulai dari supermoon, hujan meteor Quadrantid, hingga oposisi Jupiter.
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Fenomena Supermoon Desember 2025 diprediksi akan menghiasi langit Indonesia pada awal bulan dan menjadi penutup rangkaian supermoon sepanjang tahun ini
Cold Supermoon, fenomena supermoon terakhir 2025, akan mencapai puncak kecerahan pada 5 Desember. Bulan tampak lebih besar dan terang, dapat dinikmati tanpa alat khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved