Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cold Supermoon Terakhir 2025 Siap Hiasi Langit Awal Desember

Abi Rama
26/11/2025 11:05
Cold Supermoon Terakhir 2025 Siap Hiasi Langit Awal Desember
Perbandingan ukuran antara bulan purnama biasa (Average Full Moon) dan supermoon. Meskipun perbedaannya tidak terlalu mencolok saat dilihat dengan mata telanjang, supermoon tampak sekitar 7% lebih besar daripada bulan purnama pada umumnya.(NASA)

FENOMENA supermoon terakhir di tahun 2025 akan segera muncul di awal Desember. Cold moon atau cold supermoon dikenal sebagai bulan purnama Desember, fenomena ini diprediksi mencapai puncak kecerahannya, Jumat (5/12/2025). Pada periode ini Bulan akan tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa karena posisinya berada lebih dekat dari biasanya dengan Bumi.

Berdasarkan catatan NASA, supermoon bisa terlihat hingga 14% lebih besar dan 33% lebih terang dibandingkan micro moon, yaitu bulan purnama yang terjadi saat bulan berada pada titik terjauh dari Bumi. Dengan ukuran dan cahayanya yang lebih menonjol, Cold Supermoon menjadi momen terbaik bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan langit malam di penghujung tahun.

Mengutip dari laman The Farmer’s Almanac, Cold Moon akan mencapai puncak iluminasi pada pukul 18.14 waktu ET atau pukul 06.14 WIB. Jika cuaca berawan, masyarakat masih dapat melihat bulan hampir penuh, lebih dari 90%, mulai 2 - 6 Desember.

Meski puncak iluminasi Cold Supermoon terjadi pada pagi hari waktu Indonesia, masyarakat masih dapat menyaksikan bulan yang tampak sangat penuh dan terang pada malam sebelum dan sesudahnya. Jika Anda berencana melihatnya dari luar ruangan, cukup pastikan cuaca cerah dan lokasi pengamatan tidak terhalang gedung atau pepohonan agar bulan terlihat jelas.

Fenomena ini bisa dinikmati tanpa peralatan khusus karena bulan akan menjadi objek paling terang di langit malam. Namun, bagi yang ingin melihat detail kawah dan permukaannya, penggunaan teleskop atau teropong dapat membuat pengalaman menjadi semakin menarik.

Cold Supermoon mendapatkan namanya karena biasanya muncul saat temperatur mulai turun tajam di benua Eropa dan Amerika. Di Amerika Serikat, cuaca dingin diperkirakan semakin ekstrem akibat polar vortex yang terjadi sejak Thanksgiving dan berlanjut hingga awal Desember. Namun, kondisi tersebut tidak berpengaruh pada wilayah Indonesia. Masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati penampakan Cold Supermoon tanpa harus khawatir dengan suhu yang sangat dingin. (The Farmer’s Almanac/CNET/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik