Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tidak hanya Cold Moon, Deretan Fenomena Langit Desember masih Berlanjut

Abi Rama
09/12/2025 17:21
Tidak hanya Cold Moon, Deretan Fenomena Langit Desember masih Berlanjut
Ilustrasi(Freepik)

Fenomena langit yang menarik perhatian publik terjadi pada awal Desember kemarin. Cold Moon, bulan purnama yang terjadi tiap akhir tahun, menjadi supermoon terakhir pada 2025. Momen ini mencapai puncak iluminasinya pada Jumat (5/12/2025) waktu setempat.

Fenomena ini terjadi ketika bulan berada lebih dekat dari biasanya dengan Bumi. NASA mencatat bahwa supermoon dapat terlihat hingga 14% lebih besar dan 33% lebih terang dibandingkan micromoon. Tidak heran jika Cold Moon kemarin tampak lebih mencolok di langit dan menjadi salah satu pemandangan terbaik di penghujung tahun.

Namun, Cold Moon bukan penutup dari rangkaian fenomena langit bulan ini. Dikutip dari laman Media Indonesia, berikut deretan fenomena langit yang akan menemani sisa Desember Anda.

13–14 Desember: Hujan Meteor Geminid

Fenomena astronomi paling ditunggu di bulan Desember adalah Hujan Meteor Geminid, yang mencapai puncaknya pada 13–14 Desember 2025. Dalam kondisi ideal, intensitas meteor dapat mencapai 120 meteor per jam, menjadikannya salah satu hujan meteor paling aktif dan terang dalam setahun.

NASA mencatat bahwa Geminid terkenal dengan meteor yang bergerak lambat, terang, dan kerap menampilkan warna-warni, sehingga sangat cocok dinikmati oleh pengamat pemula.

Tahun ini, pengamatan semakin menguntungkan karena Bulan berada pada fase sabit tipis sehingga cahaya bulan tidak mengganggu pancaran meteor. Untuk wilayah Indonesia, waktu terbaik pengamatan dimulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang subuh, dengan intensitas tertinggi biasanya mendekati fajar.

20 Desember: New Moon

Pada 20 Desember 2025, Bulan memasuki fase New Moon atau Bulan Baru. Pada fase ini, Bulan sama sekali tidak terlihat dari Bumi karena posisinya sejajar dengan Matahari.

Kondisi langit menjadi yang paling gelap sepanjang bulan, sehingga waktu ini ideal untuk mengamati objek-objek redup di luar angkasa, seperti galaksi, nebula, dan gugus bintang. Fenomena ini juga sangat cocok bagi para astrofotografer yang ingin menangkap objek deep sky.

21 Desember: Solstis Desember

Sehari setelah fase Bulan Baru, fenomena Solstis Desember terjadi pada 21 Desember 2025. Peristiwa ini menandai saat Matahari mencapai titik terendahnya di langit, menghasilkan malam terpanjang di belahan Bumi utara dan hari terpendek dalam setahun.

Meskipun Indonesia tidak mengenal musim dingin, solstis tetap memengaruhi panjang malam. Pada hari ini, masyarakat dapat menikmati durasi langit malam yang lebih lama, sehingga cocok untuk mengamati fenomena astronomi lanjutan.

21–22 Desember: Hujan Meteor Ursid

Sebagai penutup rangkaian fenomena langit Desember, Hujan Meteor Ursid akan mencapai puncaknya pada 21–22 Desember 2025. Meski intensitasnya lebih rendah, sekitar 5–10 meteor per jam, Ursid tetap menarik untuk diamati, terutama karena berlangsung hanya sehari setelah fase Bulan Baru, sehingga kondisi langit masih sangat gelap dan ideal untuk melihat meteor redup. Sumber: Media Indonesia



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya