Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Penemuan Jejak Dinosaurus Purba 200 Juta Tahun Lalu di Tiongkok

Abi Rama
12/11/2025 11:11
Penemuan Jejak Dinosaurus Purba 200 Juta Tahun Lalu di Tiongkok
Fosil kepala wudingloong.(earth.com)

SEBUAH studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap penemuan fosil dinosaurus leher panjang purba bernama Wudingloong wui di Provinsi Yunnan, Tiongkok

Spesies ini diperkirakan hidup sekitar 200 juta tahun lalu, menjadikannya anggota tertua dari kelompoknya yang pernah ditemukan di Asia Timur.

Penelitian ini dipimpin oleh Ya-Ming Wang dari Geological Museum of China, bekerja sama dengan sejumlah institusi riset di Tiongkok. 

Melalui hasil analisis mendetail, tim ilmuwan berhasil memastikan bahwa Wudingloong merupakan spesies baru dari kelompok sauropodomorph, leluhur awal dari dinosaurus raksasa seperti Brachiosaurus dan Diplodocus.

Fosil yang ditemukan mencakup bagian tengkorak, leher, punggung, tulang belikat, serta lengan depan dan jari-jari tangan. Struktur tulang-tulang ini cukup lengkap untuk membedakannya dari spesies lain. Salah satu ciri uniknya adalah adanya lekukan segitiga di depan rongga mata (antorbital fossa) yang jarang dijumpai pada dinosaurus sejenis dari Tiongkok.

Dinosaurus Kecil, Gesit, dan Bertangan Panjang

Berbeda dengan keturunannya yang berukuran raksasa, Wudingloong wui memiliki tubuh lebih kecil dan ramping. Struktur lengannya menunjukkan bentuk humerus datar di puncaknya dan jari tangan yang panjang dengan cakar besar di ujungnya, menandakan kemampuan mencengkeram kuat, bahkan mungkin digunakan untuk bertahan dari predator.

Tulang lehernya menunjukkan tanda-tanda telah menyatu sepenuhnya, pertanda bahwa fosil ini berasal dari individu dewasa. Berdasarkan bentuk dan proporsi tulangnya, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Wudingloong berjalan dengan dua kaki (bipedal), bukan empat seperti sauropoda besar pada masa berikutnya.

Hidup di Awal Zaman Jura

Fosil Wudingloong ditemukan di Formasi Yubacun, lapisan batuan tertua di Asia Timur yang menyimpan fosil dinosaurus. Lapisan ini berasal dari awal periode Jura, tepat setelah peristiwa kepunahan massal di akhir periode Trias, sekitar 201 juta tahun lalu.

Artinya, Wudingloong hidup tidak lama setelah Bumi mengalami perubahan besar akibat letusan gunung berapi raksasa di wilayah yang kini dikenal sebagai Central Atlantic Magmatic Province. 

Letusan itu diyakini memicu pemanasan global dan perubahan ekosistem yang membuka peluang bagi spesies baru untuk berkembang, termasuk kelompok dinosaurus leher panjang ini.

Kaitan dengan Dinosaurus Lain

Menariknya, hasil analisis evolusi (filogenetik) menunjukkan bahwa Wudingloong wui memiliki hubungan dekat dengan dinosaurus dari Afrika Selatan dan Jerman yang hidup pada akhir periode Trias. 

Temuan ini mengindikasikan bahwa kelompok sauropodomorph mungkin menyebar ke Asia Timur saat daratan Bumi masih tergabung dalam super-benua Pangea.

Penemuan ini juga memperkuat pandangan bahwa evolusi dinosaurus berleher panjang terjadi secara bertahap, tidak secara tiba-tiba. Wudingloong menambah data penting dalam rantai evolusi tersebut dengan memperlihatkan bentuk tubuh ringan dan tangan panjang di masa-masa awal Jura. (earth.com/Z-1) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya