Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap penemuan fosil dinosaurus leher panjang purba bernama Wudingloong wui di Provinsi Yunnan, Tiongkok.
Spesies ini diperkirakan hidup sekitar 200 juta tahun lalu, menjadikannya anggota tertua dari kelompoknya yang pernah ditemukan di Asia Timur.
Penelitian ini dipimpin oleh Ya-Ming Wang dari Geological Museum of China, bekerja sama dengan sejumlah institusi riset di Tiongkok.
Melalui hasil analisis mendetail, tim ilmuwan berhasil memastikan bahwa Wudingloong merupakan spesies baru dari kelompok sauropodomorph, leluhur awal dari dinosaurus raksasa seperti Brachiosaurus dan Diplodocus.
Fosil yang ditemukan mencakup bagian tengkorak, leher, punggung, tulang belikat, serta lengan depan dan jari-jari tangan. Struktur tulang-tulang ini cukup lengkap untuk membedakannya dari spesies lain. Salah satu ciri uniknya adalah adanya lekukan segitiga di depan rongga mata (antorbital fossa) yang jarang dijumpai pada dinosaurus sejenis dari Tiongkok.
Berbeda dengan keturunannya yang berukuran raksasa, Wudingloong wui memiliki tubuh lebih kecil dan ramping. Struktur lengannya menunjukkan bentuk humerus datar di puncaknya dan jari tangan yang panjang dengan cakar besar di ujungnya, menandakan kemampuan mencengkeram kuat, bahkan mungkin digunakan untuk bertahan dari predator.
Tulang lehernya menunjukkan tanda-tanda telah menyatu sepenuhnya, pertanda bahwa fosil ini berasal dari individu dewasa. Berdasarkan bentuk dan proporsi tulangnya, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Wudingloong berjalan dengan dua kaki (bipedal), bukan empat seperti sauropoda besar pada masa berikutnya.
Fosil Wudingloong ditemukan di Formasi Yubacun, lapisan batuan tertua di Asia Timur yang menyimpan fosil dinosaurus. Lapisan ini berasal dari awal periode Jura, tepat setelah peristiwa kepunahan massal di akhir periode Trias, sekitar 201 juta tahun lalu.
Artinya, Wudingloong hidup tidak lama setelah Bumi mengalami perubahan besar akibat letusan gunung berapi raksasa di wilayah yang kini dikenal sebagai Central Atlantic Magmatic Province.
Letusan itu diyakini memicu pemanasan global dan perubahan ekosistem yang membuka peluang bagi spesies baru untuk berkembang, termasuk kelompok dinosaurus leher panjang ini.
Menariknya, hasil analisis evolusi (filogenetik) menunjukkan bahwa Wudingloong wui memiliki hubungan dekat dengan dinosaurus dari Afrika Selatan dan Jerman yang hidup pada akhir periode Trias.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kelompok sauropodomorph mungkin menyebar ke Asia Timur saat daratan Bumi masih tergabung dalam super-benua Pangea.
Penemuan ini juga memperkuat pandangan bahwa evolusi dinosaurus berleher panjang terjadi secara bertahap, tidak secara tiba-tiba. Wudingloong menambah data penting dalam rantai evolusi tersebut dengan memperlihatkan bentuk tubuh ringan dan tangan panjang di masa-masa awal Jura. (earth.com/Z-1)
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved