Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Peneliti Temukan Sumber Panas Misterius di Kutub Utara Enceladus, Pertanda Kehidupan di Bulan Saturnus?

Thalatie K Yani
08/11/2025 11:47
Peneliti Temukan Sumber Panas Misterius di Kutub Utara Enceladus, Pertanda Kehidupan di Bulan Saturnus?
Ilmuwan menemukan aliran panas berlebih di kutub utara Enceladus, bulan Saturnus. (University of Oxford/NASA/JPL-CalTech/Space Science Institute)

Para ilmuwan menemukan aliran panas berlebih yang keluar dari kutub utara Enceladus, salah satu bulan Saturnus. Temuan ini mengindikasikan adanya keseimbangan energi yang menjaga kestabilan samudra bawah permukaan selama waktu geologis yang panjang. Faktor penting yang dapat menunjang kehidupan.

Enceladus dikenal sebagai dunia samudra aktif sejak 2005, ketika misi Cassini NASA menemukan semburan uap air raksasa yang muncul melalui retakan besar di permukaannya. Energi di balik semburan tersebut berasal dari interaksi pasang surut dengan Saturnus, yang membuat interior Enceladus meregang dan mengerut secara berkala, menjaga suhunya tetap cukup hangat untuk mempertahankan air dalam bentuk cair.

Namun, berapa lama samudra tersebut telah bertahan masih menjadi misteri. “Enceladus adalah target utama dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Memahami ketersediaan energinya dalam jangka panjang sangat penting untuk menentukan apakah ia dapat mendukung kehidupan,” kata Georgina Miles dari Southwest Research Institute dan ilmuwan tamu di University of Oxford.

Menurut Miles, keseimbangan energi di Enceladus sangat rapuh. Jika pemanasan pasang surut terlalu lemah, samudra akan membeku. Jika terlalu kuat, aktivitas internal dapat meningkat dan mengubah lingkungan menjadi tidak stabil. Karena itu, keseimbangan antara energi yang dihasilkan dan energi yang terlepas ke luar angkasa menjadi kunci keberlanjutan samudra tersebut.

Selama ini, ilmuwan hanya mengetahui bahwa panas mengalir dari kutub selatan, tempat retakan aktif yang disebut tiger stripes berada. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kutub utara juga memancarkan panas, sesuatu yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Tim Miles membandingkan data suhu dari Cassini Composite Infrared Spectrometer (CIRS) antara musim dingin 2005 dan musim panas 2015 di kutub utara Enceladus. Hasilnya, suhu di wilayah itu ternyata 7 derajat Celsius lebih hangat dari perkiraan model. Panas tersebut diduga berasal dari samudra di bawah lapisan es setebal 20–23 kilometer di kutub utara, dengan kedalaman rata-rata global mencapai 25–28 kilometer.

Meski lapisan es tebal ini akan menyulitkan misi pengeboran di masa depan, para ilmuwan menyebut jalur melalui tiger stripes di kutub selatan bisa menjadi alternatif yang lebih realistis. Badan Antariksa Eropa (ESA) dikabarkan tengah mempertimbangkan misi ke Enceladus pada 2040-an.

Secara keseluruhan, Enceladus kehilangan energi sekitar 54 gigawatt, jumlah yang hampir seimbang dengan energi yang diterimanya dari pemanasan pasang surut. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa samudra Enceladus kemungkinan telah stabil selama jutaan hingga miliaran tahun.

“Mengetahui berapa banyak panas yang dilepaskan secara global sangat penting untuk menentukan apakah Enceladus dapat mendukung kehidupan,” kata Carly Howett dari University of Oxford dan Planetary Science Institute di Arizona. “Hasil ini sangat menggembirakan karena menunjukkan keberlanjutan jangka panjang Enceladus, komponen penting bagi munculnya kehidupan.”

Meski misi Cassini telah berakhir pada 2017, data yang dikumpulkan masih terus menghasilkan temuan baru. “Mendeteksi variasi suhu halus akibat aliran panas dari Enceladus adalah tantangan besar yang hanya mungkin dilakukan berkat misi jangka panjang Cassini,” ujar Miles. 

“Temuan ini menegaskan pentingnya misi berkelanjutan ke dunia samudra yang mungkin menyimpan kehidupan.” (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik