Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK lama, para astronom telah membagi galaksi berdasarkan tampilan visualnya. Galaksi spiral , seperti Bima Sakti, biasanya memiliki bentuk cakram datar dengan lengan spiral yang berkelok-kelok, serta menjadi tempat berlangsungnya pembentukan bintang baru.
Sebaliknya, galaksi elips lebih menyerupai bola atau elipsoid halus tanpa struktur yang menonjol. Berisi mayoritas bintang tua, dan hanya menyimpan sedikit gas maupun debu.
Namun, tidak semua galaksi dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kedua kategori tersebut. Ada galaksi tidak beraturan yang bentuknya sulit diprediksi.
Selain itu, ada pula galaksi yang menampilkan campuran ciri khas spiral maupun elips. Salah satu contohnya adalah galaksi NGC 2775, yang berhasil dipotret dengan detail oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Berkat ketajaman resolusi Hubble, para ilmuwan bisa mempelajari struktur galaksi ini secara lebih dekat. Hasil pengamatan menunjukkan NGC 2775 menggabungkan sifat-sifat galaksi spiral dan elips.
Bagian pusatnya terlihat mulus, hampir tanpa gas, menyerupai inti galaksi elips. Namun, di sekeliling inti tersebut tampak cincin debu yang dihiasi dengan kelompok bintang muda, fitur yang lebih umum ditemukan pada galaksi spiral.
NGC 2775 berada pada jarak kurang lebih 67 juta tahun cahaya dari Bumi. Di arah rasi bintang Cancer (Rasi Kepiting).
Galaksi dengan sifat campuran seperti NGC 2775 sangat berharga bagi astronom. Karena hal itu memberikan kesempatan untuk memahami tahap transisi evolusi galaksi.
Ciri-ciri yang terlihat, seperti lengan spiral yang tampak pudar, adanya cincin, maupun struktur batang, sering kali merupakan jejak interaksi atau penggabungan galaksi di masa lampau.
Sayangnya, pengamatan saat ini terbatas hanya pada satu sudut pandang, sehingga sulit memastikan bentuk keseluruhan galaksi ini secara pasti. Karena hal itu, sebagian astronom cenderung mengelompokkan NGC 2775 sebagai galaksi lentikular, tipe peralihan yang memiliki gabungan karakteristik spiral dan elips.
Selain itu, penelitian lain juga mengungkap keberadaan ekor gas hidrogen raksasa sepanjang 100.000 tahun cahaya yang mengelilingi galaksi ini (fitur yang tak bisa ditangkap Hubble). Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa NGC 2775 pernah mengalami proses penggabungan dengan galaksi lain di masa lalu. (Space/Z-2)
Studi terbaru mengungkap asal usul 3I/ATLAS mungkin berasal dari perbatasan galaksi Bima Sakti, menjadikannya peninggalan purba.
Ledakan bintang ini, yang kini terperangkap dalam cahaya, membantu astronom menyempurnakan metode pengukuran jarak di seluruh alam semesta.
Astronom temukan jet protobintang raksasa dengan kecepatan 3,5 juta km/jam dan panjang 32 tahun cahaya. Simak penemuan luar biasa Teleskop Hubble ini.
Teleskop Hubble berhasil mengabadikan IRAS 23077+6707, piringan protoplanet raksasa berbentuk mirip roti lapis. Temukan keunikan "Dracula’s Chivito" di sini.
Hubble menangkap citra galaksi Mrk 178 yang penuh misteri. Meski kecil, galaksi ini menyimpan bintang Wolf-Rayet raksasa yang menantang pemahaman astronom.
Peneliti menggunakan data Hubble untuk melacak partikel hipotetis Axion melalui suhu bintang kerdil putih. Meski belum ditemukan, batasan baru alam semesta terungkap.
Astronom telah merilis sebuah potret baru yang diperoleh melalui teleskop Hubble. Gambar tersebut menampilkan sebuah galaksi berkilauan yang dikenal dengan nama NGC 6000
Dengan diameter hampir 67.000 tahun cahaya, NGC 6000 termasuk galaksi besar dan paling terang di rasi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved