Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sektor makanan dan minuman (F&B) Indonesia memasuki fase transformasi digital besar-besaran, dengan kecerdasan buatan (AI) menjadi tulang punggung dalam memperkuat daya saing industri. Para pelaku usaha didorong untuk mengadopsi AI secara dini demi mengamankan posisi di tengah kompetisi yang semakin kompleks dan berbasis data.
Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa (29/7), sebanyak 92% profesional di Indonesia telah memanfaatkan AI generatif dalam tugas mereka. Angka ini jauh di atas rata-rata global yang hanya mencapai 75%, menandakan bahwa akselerasi digital di Tanah Air bergerak lebih cepat dari tren dunia.
Co-Founder dan CEO PT Esensi Solusi Buana (ESB), Gunawan, menegaskan pentingnya kecepatan dalam transformasi digital, terutama bagi bisnis kuliner. Ia menyatakan bahwa pelaku usaha yang mampu lebih awal mengintegrasikan AI ke dalam sistem mereka akan memiliki keunggulan signifikan dalam memahami kebutuhan internal maupun membangun struktur operasional yang efisien.
“Semakin cepat AI diterapkan, semakin cepat bisnis bisa memahami kebutuhan internal dan menciptakan infrastruktur digital yang kuat,” ujar Gunawan saat ditemui di Grand Indonesia.
Menurutnya, penerapan AI yang tepat sasaran terbukti mampu membantu pelaku F&B dalam mengelola operasional harian, membaca pola konsumsi pelanggan, mengoptimalkan strategi promosi, hingga mendeteksi potensi kecurangan di lapangan. Gunawan menyebut bahwa salah satu merchant pengguna sistem ESB bahkan berhasil menghindari kerugian sebesar Rp800 juta hanya dalam satu bulan berkat sistem deteksi kecurangan berbasis AI.
Efektivitas teknologi ini juga dirasakan oleh pelaku usaha. Regan S. Subagio, pemilik restoran Hong Kong Bay, mengaku bahwa integrasi AI telah mengubah cara timnya bekerja.
“Sekarang bisa memindai menu, jadi fokus karyawan saya bisa lebih pada penyajian, dan data yang dihasilkan sangat akurat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Direktur F&B Temuku, Ayu Switriani. Menurutnya, penggunaan AI telah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan produk.
“Dengan AI, kita bisa tahu kapan waktu ramai di restoran dan semua data itu tercatat,” ujarnya.
Meski demikian, Gunawan menekankan bahwa adopsi AI tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyarankan pendekatan bertahap, dimulai dari pemetaan kebutuhan spesifik hingga integrasi sistem secara menyeluruh ke dalam aktivitas harian bisnis. “Pendekatan bertahap mulai dari pemetaan kebutuhan bisnis kuliner hingga penyatuan solusi AI ke dalam aktivitas sehari-hari. Langkah ini menciptakan sistem yang efisien, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi persaingan di pasar,” katanya.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan perilaku konsumen yang semakin digital, para pelaku usaha di sektor F&B dituntut untuk tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga mampu mengambil langkah strategis sejak dini. Adopsi AI secara tepat bukan hanya menjadi alat bantu operasional, tetapi juga fondasi utama bagi bisnis kuliner untuk bertahan dan unggul di era digital yang terus bergerak maju. (Z-10)
DI tengah dinamika ekonomi global, sektor kuliner tetap menunjukkan potensi besar.
Upaya memajukan talenta kuliner Nusantara kembali mendapat panggung besar melalui ajang Bright Gas Cooking Competition 2025 yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga.
Gali Potensi Ekonomi Kreatif dari Kuliner dan Perhotelan
Salah satu teknik yang menarik perhatian peserta adalah proses pengolahan center trim butt (CT butt), bagian dari bahu yang dimasak dengan metode sous vide selama 14 jam.
Pelaku usaha tidak diperbolehkan menaikkan harga secara sepihak setelah konsumen melakukan pemesanan atau tanpa adanya pemberitahuan yang jelas sebelumnya.
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
Survei ini juga menunjukkan lebih dari 80% pelaku UMKM menilai layanan pengiriman on-demand dengan harga terjangkau berperan penting dalam menjaga efisiensi dan daya saing bisnis.
Dosen perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan daya saing global agar mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi serta berkompetisi dalam skala internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved