Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Daya Saing Kawasan Industri Jadi Faktor Kunci Buka Ruang Investasi

Media Indonesia
24/1/2026 16:28
Daya Saing Kawasan Industri Jadi Faktor Kunci Buka Ruang Investasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

EKONOMI Indonesia diyakini tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5%. Daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan pada PDB (produk domestik bruto), lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur ekspansif pada 2026, ini bukan saatnya wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,” ucap 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020-2024 Sandiaga S Uno saat menjadi pembicara utama pada Krakatau Industrial Business Gathering 2026, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dalam paparannya bertajuk Peluang Ekonomi, Investasi, dan Daya Saing Kawasan Industri, ia memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional pada 2026.
Ia menekankan masa depan kawasan industri terletak pada integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan jadi syarat mutlak menarik minat investor global.

“Keberlanjutan harus jadi nilai tambah bisnis, doing good and profitable. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi jadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tapi juga memperkuat basis ekspor nasional,” pungkas Sandiaga.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyampaikan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor. Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri kompetitif,” jelas Akbar.

Ia melanjutkan sejalan dengan pesan Presiden Prabowo pada World Economic Forum 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat, Krakatau Steel berkomitmen tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tapi juga membangun ekosistem industri terpadu berkelanjutan dan berdaya saing global.

“Semangat Krakatau Steel untuk Go Global kian nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal Tiongkok bergabung membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan segera menyusul,” ungkap Akbar yang juga Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) tersebut.

Forum ini, kata dia, merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan industri berdaya saing, adaptif terhadap dinamika global, dan memperkuat kolaborasi untuk menangkap peluang investasi baru.

Akbar menambahkan Krakatau Steel secara aktif mendorong transformasi Kawasan Industri Krakatau menuju KEK. Status KEK diyakini memberikan insentif fiskal, kemudahan perpajakan, fasilitas kepabeanan, serta penyederhanaan perizinan signifikan bagi investor.

"Melalui penguatan infrastruktur manufaktur terintegrasi ini, kami berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo sebagai upaya transformasi struktur ekonomi Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global," tutupnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya