Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMATAN terbaru dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkap wajah baru Europa, salah satu bulan paling misterius milik Jupiter. Selama puluhan tahun, ilmuwan membayangkan permukaan Europa sebagai lapisan es beku yang statis dan sunyi.
Namun, temuan baru menunjukkan dunia ini justru dinamis, dengan aktivitas geologi yang bisa memberi petunjuk tentang samudra cair yang tersembunyi di bawah lapisan esnya.
“Kami menduga permukaan Europa cukup berpori dan di beberapa area cukup hangat untuk memungkinkan es berekristalisasi dengan cepat,” ujar Richard Cartwright, peneliti dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, yang memimpin studi ini.
Temuan ini menguatkan dugaan ada pertukaran material antara permukaan dan samudra bawah tanah Europa, terutama di wilayah yang disebut chaos terrains. Di mana daerah itu penuh retakan dan bongkahan es yang tampak pecah, bergerak, lalu membeku kembali.
Penelitian ini memusatkan perhatian pada dua area di belahan selatan Europa: Tara Regio dan Powys Regio. Tara Regio menjadi sorotan utama karena JWST mendeteksi es kristal yang tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga di lapisan lebih dalam. Temuan ini menantang asumsi lama tentang distribusi es di Europa.
Dengan menganalisis data spektrum inframerah, para ilmuwan menemukan tanda-tanda kuat material tersebut kemungkinan berasal dari samudra bawah tanah. Samudra terletak sekitar 30 kilometer di bawah permukaan es.
“Data kami menunjukkan indikasi kuat bahwa apa yang kita lihat berasal dari interior Europa, kemungkinan besar dari samudra bawah permukaannya,” kata Ujjwal Raut, peneliti dari Southwest Research Institute yang juga menjadi penulis studi ini.
Untuk memahami lebih jauh, tim melakukan eksperimen laboratorium untuk melihat bagaimana air membeku di Europa, yang permukaannya terus dihantam radiasi kuat dari ruang angkasa. Berbeda dengan di Bumi, es di Europa tidak membentuk kristal heksagonal sempurna, melainkan menjadi es amorf, struktur yang lebih kacau akibat radiasi.
Menariknya, di wilayah yang sama para peneliti juga menemukan sodium klorida (garam dapur) yang kemungkinan berasal dari samudra interior Europa, serta jejak karbon dioksida dan hidrogen peroksida—kombinasi kimia yang jarang ditemui dan bisa memberi petunjuk soal potensi kehidupan.
JWST menggunakan instrumen NIRSpec, yang mampu mendeteksi tanda-tanda kimia penting di berbagai panjang gelombang inframerah. Instrumen ini memetakan distribusi material seperti es kristal dan karbon dioksida di permukaan Europa, serta menemukan kadar CO2 yang lebih tinggi di kawasan chaos terrain dibandingkan daerah sekitarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa karbon dioksida tersebut kemungkinan berasal dari dalam, bukan dari sumber eksternal seperti meteorit.
Karena karbon dioksida tidak stabil dalam lingkungan radiasi intens Europa, endapan ini dianggap relatif baru dan terkait aktivitas geologi yang sedang berlangsung. “Bukti keberadaan samudra cair di bawah lapisan es Europa semakin kuat, dan ini membuat penelitian ini semakin menarik,” ujar Raut.
Temuan ini datang menjelang misi Europa Clipper NASA, yang saat ini dalam perjalanan menuju Europa dan dijadwalkan tiba pada April 2030. Wahana ini akan melakukan puluhan terbang lintas dekat (flyby) untuk mengumpulkan data lebih detail tentang samudra yang tersembunyi di bawah permukaan es Europa.
“Setiap petunjuk baru membawa kita lebih dekat untuk memahami dunia asing ini dan kemungkinannya mendukung kehidupan,” kata Cartwright. (Space/Z-2)
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Peneliti ungkap asal-usul struktur mirip laba-laba di Kawah Manannán, Europa. Temuan ini berikan petunjuk vital bagi pencarian kehidupan luar angkasa.
Penelitian terbaru menggunakan data dari misi Juno NASA mengungkapkan Europa, bulan Jupiter yang tertutup es, mampu menghasilkan sekitar 1.000 ton oksigen setiap hari.
Misi Europa Clipper adalah langkah signifikan dalam memahami dunia samudra yang hingga kini hanya menjadi misteri.
Misi itu akan berlangsung selama 13 bulan untuk menjelajahi Europa, bulan planet Jupiter, lebih khusus dunia yang tertutup es
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Peneliti ungkap asal-usul struktur mirip laba-laba di Kawah Manannán, Europa. Temuan ini berikan petunjuk vital bagi pencarian kehidupan luar angkasa.
Objek antarbintang 3I/ATLAS akan melintas dekat Bumi dan Jupiter. Avi Loeb menyoroti percepatan non-gravitasi yang memicu dugaan wahana antariksa alien.
Studi terbaru tunjukkan cara membedakan fase es unik di Ganymede dengan spektroskopi inframerah, membuka rahasia mantel dalam bulan Jupiter.
Wahana antariksa Juno milik NASA berhasil mendeteksi aurora di Callisto untuk pertama kalinya.
Selama ini, materi gelap sulit ditemukan karena tidak memancarkan maupun memantulkan cahaya. Namun, para astrofisikawan yakin keberadaannya nyata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved