Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah akselerasi transformasi digital, perusahaan di seluruh sektor dituntut untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin dalam inovasi. Di sinilah Enterprise Resource Planning (ERP) yang didukung oleh Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci fundamental untuk mendorong digitalisasi bisnis dan menyederhanakan operasional secara revolusioner.
Integrasi AI ke dalam sistem ERP menawarkan serangkaian manfaat transformatif yang jauh melampaui kemampuan sistem tradisional dalam mendorong bisnis digital, berikut diantaranya:
AI mengotomatisasi tugas repetitif seperti entri data, manajemen inventaris, dan laporan, sehingga mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan, dan memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih strategis.
Dengan kemampuan analisis data besar dalam ERP, AI memberikan wawasan mendalam tentang tren, pelanggan, dan kinerja bisnis, membantu manajemen mengambil keputusan yang cepat, akurat, dan prediktif.
AI memprediksi permintaan, mengelola inventaris, dan mendeteksi hambatan secara proaktif, menjaga kelancaran operasional dan efisiensi biaya dalam rantai pasok.
Analisis data pelanggan oleh AI memungkinkan layanan yang disesuaikan, pemasaran tertarget, dan rekomendasi produk yang relevan, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
AI memantau aktivitas sistem secara real-time untuk deteksi ancaman, serta membantu memastikan kepatuhan regulasi melalui pelacakan dan pelaporan otomatis yang cerdas.
Menurut Direktur PT Delta Solusi Nusantara, Budi Agung Cahyadi, di era digital yang kompetitif ini sekedar memiliki sistem ERP tidaklah cukup. Dengan mengintegrasikan kekuatan AI, perusahaan tidak hanya dapat mengotomatisasi tugas, tetapi juga mendapatkan wawasan prediktif dan preskriptif yang tak ternilai.
Ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi peluang baru, memitigasi risiko, dan mengoptimalkan setiap aspek operasional mereka. Ini adalah fondasi krusial bagi bisnis yang ingin menjadi lebih adaptif, efisien, dan siap menghadapi masa depan digital.
PT Delta Solusi Nusantara, sebagai perusahaan system integrator terkemuka di Indonesia, telah berpengalaman luas dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif dan terintegrasi, termasuk implementasi sistem ERP yang diperkuat AI untuk berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, ritel, logistik, hingga jasa keuangan.
"Kami tidak hanya menyediakan teknologi. Kami hadir sebagai mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun bisnis digital yang tangguh dan cerdas, siap menghadapi berbagai tantangan bisnis di era modern," tambah Budi Agung Cahyadi.
PT Delta Solusi Nusantara juga menyediakan layanan konsultasi bisnis digital, integrasi sistem, serta monitoring dan pengelolaan infrastruktur IT berbasis AI. Fokus utama perusahaan adalah membantu klien mencapai efisiensi operasional yang optimal, keamanan data yang terjamin, dan skalabilitas bisnis yang lebih baik di lanskap digital yang terus berubah.
Dengan meningkatnya kompleksitas operasional dan tuntutan pasar di era digital, kolaborasi dengan mitra teknologi yang andal seperti PT Delta Solusi Nusantara menjadi langkah strategis yang krusial dalam membangun pondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. (Z-10)
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved