Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KECERDASAN buatan (AI) yang terus berkembang pesat saat ini termasuk dalam dunia pendidikan harus disikapi dengan cerdas dan bijaksana.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar internasional bertajuk AI in Education: Striking a Balance Between Innovation and the Human Touch, yang diselenggarakan Program Studi D-3 dan S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta.
Ketua Program Studi Manajemen S1 FEB UMB Dudi Permana menyampaikan AI semestinya menjadi alat bantu bagi manusia, bukan menggantikan peran manusia.
“Kehadiran AI saat ini jangan mengabaikan manusia. Penting untuk menjaga agar manusia tetap jadi pengendali teknologi, bukan justru sebaliknya,” ujar Dudi.
Ia pun berharap seminar mengenai AI tersebut menjadi momen reflektif penting bagi dunia pendidikan tinggi dalam menyikapi kehadiran AI. "UMB berkomitmen terus mendorong inovasi yang tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap transformasi digital," pungkas Dudi.
Seminar ini diikuti ratusan mahasiswa UMB dan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia melalui offline dan daring. Juga dihadiri para pimpinan fakultas dan program studi yakni, Catur Widayati, Eri Marlapa, Aldina Shiratina, dan Cut Edwina Safia Oebit.
Seminar yang dimoderatori Yulia Sulianti itu menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri. Mereka yakni Zairil (dosen manajemen UMB), Guruprasad Sushant Shetty (akademisi asal India), Alexander Nayoan (Dean of Artotel Group Learning Center), dan Arnastya Iswara Sanantagrha (dosen Binus University).
Pada kesempatan itu, Zairil memaparkan pentingnya AI dalam menciptakan sistem pembelajaran adaptif yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa.
"AI juga bisa digunakan dalam learning analytics untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal dan efektif," terang Zairil.
Narasumber lainnya, Alexander Nayoan, menegaskan teknologi tak boleh menggeser peran dosen sebagai pembimbing nilai dan karakter.
"Soft skills seperti empati dan komunikasi tak tergantikan teknologi secanggih apapun," terang dia.
Sementara itu, Arnastya Iswara Sanantagrha dalam paparannya bertajuk Education's Risky Affair: Will AI Elevate or Erode the Human Dimension of Learning?, menekankan pentingnya peran guru sebagai penjaga nilai. Ia juga mendemonstrasikan simulasi interaktif dengan AI untuk menunjukkan potensi sekaligus keterbatasan teknologi dalam proses pembelajaran. (H-2)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved