Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEKTROJET adalah arus listrik yang kuat yang mengalir di atas Bumi. Gangguan magnetik dari elektrojet aurora dapat menyebabkan pemadaman listrik di planet kita, misalnya, berdampak pada keselamatan astronot dan mengganggu satelit.
Sekarang NASA memiliki rencana untuk mempelajari arus yang sangat mengganggu ini dengan harapan mengelola potensi dampaknya. Pada Maret, misi EZIE (Electrojet Zeeman Imaging Explorer) akan meluncurkan tiga satelit seukuran koper yang disebut cubesats dengan bertujuan melacak fenomena yang mengganggu.
"EZIE adalah misi pertama yang didedikasikan secara eksklusif untuk mempelajari electrojet. Itu dilakukan dengan teknik pengukuran yang benar-benar baru,” kata Larry Kepko, seorang ilmuwan misi EZIE di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland.
Molekul elemen oksigen biasanya memancarkan radiasi gelombang mikro pada frekuensi 118 gigahertz dan yang penting di sini adalah molekul oksigen ada di sekitar planet kita. Sementara itu, elektrojet menciptakan medan magnet di sekitar planet kita dan medan ini dapat membagi garis emisi 118 gigahertz yang terkait dengan molekul oksigen tersebut.
Prosesnya disebut Zeeman splitting. Ketika medan magnet lebih kuat, garis emisi ini terbelah lebih jauh.
Menggunakan instrumen onboard yang disebut magnetogram elektrojet gelombang mikro, tiga kubus EZIE akan mengamati efek pemisahan Zeeman saat mengorbit Bumi. NASA kemudian akan mempelajari kekuatan dan arah medan magnet yang diamati yang diciptakan elektrojet. Ilmuwan mereka berharap ini akan mengungkapkan struktur dan evolusi sistem elektrojet.
"Pemanfaatan teknik Zeeman untuk memetakan medan magnet yang diinduksi arus dari jarak jauh benar-benar merupakan pendekatan yang mengubah permainan untuk mendapatkan pengukuran ini pada ketinggian yang terkenal sulit diukur," Sam Yee, peneliti utama EZIE di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins (APL).
Misi EZIE akan memanfaatkan kekuatan ilmuwan warga untuk meningkatkan penelitiannya. Dengan mendistribusikan puluhan kit magnetometer EZIE-Mag kepada siswa AS, serta sukarelawan di seluruh dunia, NASA akan dapat membandingkan banyak data yang dikumpulkan di Bumi dengan pengamatan EZIE.
"Ilmuwan EZIE akan mengumpulkan data medan magnet dari atas, dan para siswa akan mengumpulkan data medan magnet dari tanah," kata Nelli Mosavi-Hoyer, manajer proyek EZIE di APL. (Space/Z-2)
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved