Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA telah memilih SpaceX untuk meluncurkan Pandora, sebuah satelit seberat 716 pon (325 kilogram). Satelit ini dirancang untuk membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana pemahaman kita tentang atmosfer exoplanet dipengaruhi oleh perubahan pada bintang induk mereka.
Pandora akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 pada musim gugur mendatang, menurut pejabat NASA.
Pandora akan menuju orbit rendah Bumi. Setibanya di sana, satelit ini akan mengamati setidaknya 20 exoplanet yang dikenal melakukan transisi. Satelit ini akan mengamati planet-planet tersebut sebanyak 10 kali terpisah, dengan durasi pengamatan selama 24 jam pada setiap kesempatan.
"Satelit ini akan menggunakan teleskop inovatif berukuran 17 inci (45 sentimeter) yang terbuat dari seluruh aluminium untuk secara bersamaan mengukur kecerahan bintang induk yang terlihat dan inframerah dekat, serta memperoleh spektrum inframerah dekat dari planet yang sedang transit," kata pejabat NASA dalam pernyataan hari Senin.
"Hal ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk memisahkan dengan jelas sinyal bintang dan planet, pengetahuan yang akan meningkatkan pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA dan misi-misi masa depan yang mencari dunia yang dapat dihuni, seperti Observatorium Dunia Dapat Huni milik agensi," tambah mereka.
Pemilihan SpaceX dilakukan melalui kontrak layanan peluncuran Venture-Class Acquisition of Dedicated and Rideshare (VADR) milik NASA.
"Kontrak ini memungkinkan agensi untuk memberikan penghargaan dengan harga tetap untuk pengiriman/tambahan tak terbatas selama periode pemesanan lima tahun VADR, dengan total nilai maksimum sebesar US$300 juta untuk semua kontrak," tulis pejabat NASA.
Pandora bukanlah probe exoplanet pertama milik NASA yang diluncurkan SpaceX. Satelit TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) milik agensi tersebut diluncurkan dengan roket Falcon 9 pada April 2018. (Space/Z-3)
Elon Musk melalui SpaceX menggratiskan layanan Starlink di Iran untuk membantu demonstran menembus blackout internet di tengah kerusuhan yang menewaskan 1.800 orang.
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA tengah mengevaluasi opsi pemulangan dini misi SpaceX Crew-11 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kendala kesehatan salah satu astronot.
Miliarder dan astronot amatir Jared Isaacman resmi pimpin NASA. Donald Trump targetkan pangkalan permanen di Bulan untuk penambangan sumber daya.
Elon Musk, CEO Tesla, SpaceX, dan pemilik X (Twitter), kembali menjadi sorotan dunia setelah paket kompensasi senilai Rp 16.000 triliun disetujui oleh dewan direksi Tesla.
Elon Musk menyerang Menteri Transportasi AS Sean Duffy lewat unggahan di X setelah kritik keterlambatan proyek pendaratan bulan NASA yang dikerjakan SpaceX.
Pandora adalah satelit kecil yang dirancang untuk mempelajari atmosfer sekitar 20 planet yang mengorbit bintang jauh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved