Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS hiburan digital saat ini sudah menjadi hal yang lumrah, seperti menikmati film atau serial, hingga mendengarkan musik atau podcast.
Semua jenis hiburan tersebut kini dapat dinikmati dengan mudah melalui ponsel, yang sering disebut sebagai mobile entertainment. Tidak hanya itu, media sosial juga menjadi salah satu bentuk hiburan digital yang banyak diminati.
Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui perilaku dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan mobile entertainment dan sosial media pada paruh kedua 2024 yang melibatkan 2.416 responden Jakpat.
Laporan Jakpat menyoroti tentang penggunaan platform over-the-top (OTT) seperti Netflix, Vidio, atau Disney+ Hotstar.
Sebanyak 84% responden menggunakan OTT untuk menonton film, 72% untuk menonton serial, dan 47% untuk menonton kartun atau anime. Satu dari 4 penonton OTT menghabiskan waktu 1,5-2 jam sekali membuka platform tersebut.
Berdasarkan negara asal, konten terbanyak yang ditonton di OTT berasal dari Korea Selatan (71%), disusul Indonesia (69%), dan Amerika Serikat (50%). Sementara tiga genre top adalah action (65%), komedi (63%), dan romansa (61%).
Netflix masih menjadi peringkat pertama sebagai platform OTT yang digunakan dengan kenaikan 7% dari tahun lalu menjadi 63%.
Tiga dari 10 pengguna OTT menonton Vidio. Persentase pengguna WeTV, Viu, dan Disney+ Hotstar sama, yaitu 26%.
Platform dengan dominasi konten Mandarin, yaitu WeTV dan iQIYI, mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.
Hiburan mobile lain yang tidak kalah disenangi adalah media sosial. Pada paruh kedua 2024, Instagram menjadi primadona dengan 4 dari 5 pengguna media sosial mengakses merek tersebut. Media sosial lain yang digunakan adalah YouTube (76%) dan TikTok (67%).
Dari segi nilai, tiap generasi memiliki pandangan yang berbeda. Gen Z menganggap TikTok sebagai media sosial paling informatif (32%). Sementara Milenial memilih Instagram (29%) dan Gen X memilih YouTube (30%) sebagai media sosial paling informatif.
Ada berbagai hal yang dicari di media sosial. Musik/film/serial dan kuliner adalah dua topik yang paling banyak dicari, dengan persentase masing-masing 58% dan 57%.
Ada juga responden yang mencari informasi terkait wisata/liburan (56%) dan kesehatan (52%) di media sosial. Selain itu, 1 dari 2 Gen Z juga senang mencari tahu tentang fesyen.
Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menilai akses mobile entertainment dan media sosial sudah menjadi rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Atensi dan minat masyarakat tetap tinggi, selain itu mereka juga menjadikan platform mobile ini menjadi sebuah hal yang harus dimiliki dan tidak bisa ditinggalkan," kata dia.
"Kondisi ini tercermin dari angka incidence pengguna kedua jenis platform tersebut tetap tinggi secara konsisten dari waktu ke waktu. Bagi masyarakat, khususnya Gen Z, kedua platform ini juga menjadi sumber informasi yang ter-update dan dapat dipercaya, baik seputar informasi tentang isu-isu terkini ataupun informasi tentang sebuah produk," jelas Aska. (Z-1)
Platform digital yang harus memblokir akun milik anak berusia di bawah 16 tahun, tahap pertama yaitu Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X (twitter), Bigo Live, dan Roblox.
Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) adalah generasi pertama yang terpapar lingkungan digital sejak lahir.
Pembatasan usia dalam penggunaan media sosial merupakan instrumen kebijakan yang penting.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Tak heran, banyak kreator mulai membagikan konten gameplay Mobile Legends lewat siaran langsung. Jika kamu tertarik mencobanya, berikut cara live Mobile Legends di TikTok
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Pemerintah AS dilaporkan menerima "fee transaksi" sebesar US$10 miliar dari investor dalam kesepakatan kontrol TikTok AS. Angka ini mencapai 70% dari nilai kesepakatan.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi melarang anak di bawah 16 tahun punya akun TikTok, Roblox, hingga YouTube mulai 28 Maret 2026. Simak aturan lengkap PP Tunas di sini!
TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memperkuat kolaborasi melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 guna mendorong aktivitas ekonomi selama bulan suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved