Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan menemukan fakta mengejutkan tentang nenek moyang tertua dalam kehidupan di Bumi. Bukan Adam dan Hawa, melainkan Luca. Luca, atau Last Universal Common Ancestor, adalah organisme seperti bakteri bersel tunggal.
Melansir dari The Guardian, penelitian terbaru tim ilmuwan dari Inggris menunjukkan Luca, pernah hidup sekitar 4,2 miliar tahun lalu. Penemuan ini dinilai memiliki kemiripan dengan bakteri modern.
Pada masa Luca hidup, Bumi jauh dari kondisi nyaman. Planet ini digambarkan sebagai dunia yang dipenuhi dengan gunung berapi yang meletus.
Selain itu, di sebutkan juga jika planet ini kerap dihantam meteor raksasa, dan baru saja pulih dari tabrakan kosmik yang membentuk Bulan.
Era tersebut dikenal sebagai Hadean. Kata Hadean diambil dari nama dewa dunia bawah Yunani, yaitu Hades.
Meski kondisi lingkungan saat itu sangat ekstrem, penelitian menunjukkan bahwa Luca sudah berkembang dalam ekosistem yang kompleks.
Berdasarkan hal tersebut menunjukkan kehidupan mungkin muncul di Bumi segera setelah kondisinya mendukung. Artinya, kehidupan bukanlah sesuatu yang langka, melainkan hal yang bisa terjadi secara alami di alam semesta.
Rika Anderson, ahli mikrobiologi dari Carleton College di Minnesota, mengungkapkan jika saat itu, bumi berputar lebih cepat sehingga menimbulkan pasang surut.
“Bumi saat itu berputar lebih cepat, sehingga satu hari hanya berlangsung 12 jam. Bulan juga lebih dekat, menghasilkan pasang surut yang lebih kuat," jelas Anderson.
Keberadaan Luca mendukung teori evolusi Darwin, di mana semua organisme hidup, mulai dari mikroba hingga paus, berasal dari nenek moyang bersama. Semua cabang kehidupan atau eukarya (hewan, tumbuhan, jamur), bakteri, dan archaea bertemu di satu titik yaitu Luca.
Philip Donoghue, ahli paleobiologi dari Universitas Bristol, menjelaskan, jika kemungkinan besar Luca tidak hidup sendirian.
“Luca kemungkinan besar tidak hidup sendirian. Ia menciptakan lingkungan di mana organisme heterotrof lainnya bisa berkembang.”
Luca juga diperkirakan memiliki sistem kekebalan mirip CRISPR-Cas untuk melindungi dirinya dari infeksi virus.
“Saya cukup terkejut mengetahui bahwa sistem CRISPR sudah ada di Luca. Ini mekanisme yang sangat canggih untuk organisme kuno," tambah Anderson
Penemuan ini memberikan wawasan penting tentang kemungkinan kehidupan di planet lain. Jika Luca bisa muncul di Bumi yang ekstrem, maka kehidupan bisa juga muncul di planet dengan kondisi serupa, seperti Mars atau Venus di awal masa.
Tim Lenton, ilmuwan sistem Bumi dari Universitas Exeter, menyatakan, jika kehidupan dapat muncul di planet lain dengan kondisi air yang cair.
“Ini menunjukkan memulai kehidupan tidaklah sulit. Kehidupan dapat muncul di planet dengan air cair, mungkin termasuk Mars atau Venus awal.”
Namun, Anderson mengingatkan ada faktor unik Bumi, seperti medan magnet dan keberadaan Bulan, yang membantu menjaga lingkungan tetap layak huni.
Donoggue mengungkapkan jika penelitian mengenai Luca belum berakhir. “Saya tidak berpikir kita bisa mengetahui segalanya tentang Luca, kecuali bahwa ia memang ada,” ujar Donoggue.
Namun, para ilmuwan yakin bahwa alat dan data yang semakin canggih akan membuka lebih banyak rahasia tentang asal usul kehidupan.
Kesimpulannya, Luca memberikan wawasan mendalam tentang evolusi kehidupan di Bumi dan kemungkinan adanya kehidupan di luar sana. (NASA/ The Guardian/The New York times/Z-3)
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
SPPG Kepri menghentikan sementara operasional dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer secara resmi sepakati kemitraan strategis baru antara Republik Indonesia dan Inggris.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Presiden AS Donald Trump menyebut penyerahan Kepulauan Chagos ke Mauritius sebagai "tindakan bodoh". Inggris membela kesepakatan senilai Rp72 triliun demi pangkalan militer.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menempatkan Inggris sebagai mitra yang sangat strategis, terutama dalam mendukung akselerasi ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved