Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters menunjukkan kawah tertua di bulan, yaitu cekungan South Pole-Aitken, mungkin berbentuk bulat, berbeda dengan bentuk oval yang sebelumnya diyakini para ilmuwan.
Diameter bulat ini menunjukkan dampak yang menciptakan cekungan South Pole-Aitken, yang membentang hampir 1.250 mil (2.000 kilometer) di sisi jauh bulan, mungkin jauh lebih dalam. Pemahaman baru ini dapat memberikan sumber daya geologis yang penting bagi para ilmuwan untuk mengungkap sejarah awal bulan.
Para ilmuwan yang mempelajari bulan telah lama beranggapan objek yang menghantam bulan dan menciptakan kawah tersebut menghantam pada sudut tajam, seperti batu yang memantul di atas air. Lalu, bagaimana para ilmuwan bisa keliru dalam mengidentifikasi bentuk salah satu fitur paling terkenal di bulan?
"Ini adalah tantangan untuk mempelajari cekungan South Pole-Aitken secara holistik karena ukurannya yang sangat besar, itulah sebabnya para ilmuwan masih berusaha mempelajari bentuk dan ukurannya," kata Hannes Bernhardt, asisten ilmuwan riset di Departemen Geologi Universitas Maryland yang memimpin penelitian ini, dalam sebuah pernyataan.
"Selain itu, empat miliar tahun telah berlalu sejak cekungan ini terbentuk dan banyak dampak lain yang telah mengaburkan penampilannya yang asli," lanjut Bernhardt. "Penelitian kami menantang banyak ide yang ada tentang bagaimana dampak besar ini terjadi dan bagaimana material tersebar, namun kami kini lebih dekat untuk memahami sejarah awal bulan dan evolusinya seiring waktu."
Penelitian ini memanfaatkan data yang dikumpulkan Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA. Bernhardt dan timnya menggunakan data tersebut menemukan dan menganalisis lebih dari 200 formasi berbentuk gunung yang tersebar di sekitar cekungan South Pole-Aitken.
Bentuk formasi tersebut, serta jaraknya satu sama lain, menunjukkan kawah tersebut lebih bulat dan kemungkinan besar terbentuk dari dampak vertikal, "mungkin mirip dengan melempar batu langsung ke tanah," kata Bernhardt.
NASA berencana mengirim astronot kembali ke dekat kutub selatan bulan sebagai bagian dari misi Artemis, dengan Artemis 2, misi pertama jenisnya sejak 1972, yang dijadwalkan membawa astronot ke permukaan bulan pada April 2026. Bernhardt percaya bahwa penelitian baru ini dapat memiliki "implikasi signifikan" untuk misi Artemis yang akan datang.
"Dampak bulat ini menunjukkan bahwa puing-puing dari dampak tersebut tersebar lebih merata di sekitarnya daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Bernhardt, "yang berarti bahwa astronot atau robot Artemis di wilayah South Pole mungkin dapat mempelajari batuan dari kedalaman mantel atau kerak bulan — material yang biasanya tidak dapat kita akses."
Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan pada Oktober di Nature Astronomy menyatakan usia cekungan South Pole-Aitken antara 4,32 hingga 4,33 miliar tahun. Dalam penelitian itu, para ilmuwan menentukan usia cekungan dengan cara meneliti uranium dan timbal yang ditemukan dalam meteorit bulan Northwest Africa 2995, yang ditemukan di Aljazair pada 2005. (space/Z-3)
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature melalui makalah berjudul Soft photonic skins with dynamic texture and colour control.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved