Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKTI tertua tentang manusia yang hidup di hutan hujan tropis Afrika sekitar 150.000 tahun lalu telah terungkap dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Nature.
Sebelumnya, ilmuwan berpendapat bahwa manusia tidak tinggal di hutan hujan hingga era yang lebih modern karena lingkungan tersebut dianggap sebagai penghalang alami bagi permukiman manusia. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Institut Geoantropologi Max Planck, dengan kontribusi dari Universitas Sheffield, menunjukkan bahwa manusia telah menetap di hutan hujan wilayah yang kini menjadi Pantai Gading sejak 150.000 tahun lalu.
Penemuan ini menantang pandangan lama tentang evolusi manusia dan menunjukkan bahwa manusia telah beradaptasi di berbagai habitat sejak masa prasejarah. Studi ini juga memberikan bukti baru bahwa manusia sudah hidup di lingkungan hutan hujan global sekitar 80.000 tahun lalu.
Para peneliti meneliti kembali situs arkeologi yang pertama kali digali pada 1980-an, yang saat ini terletak di dalam hutan hujan lebat. Sebelumnya, alat-alat batu yang ditemukan di lokasi tersebut tidak dapat ditentukan usianya. Namun, dengan metode ilmiah terbaru, tim berhasil menyingkap fakta baru.
Analisis serbuk sari kuno, fitolit (sisa-sisa tanaman yang tersilikasi), dan isotop lilin daun dari sedimen situs mengonfirmasi bahwa ketika manusia menjatuhkan alat batu mereka, lingkungan di sana adalah hutan hujan tropis khas Afrika Barat yang basah dan lebat.
Professor Mark Bateman dari Sekolah Geografi dan Perencanaan Universitas Sheffield menerapkan teknik penanggalan Luminescence yang Dirangsang Secara Optik untuk menentukan usia penguburan butiran pasir dari delapan sampel di situs tersebut. Hasilnya mengungkapkan bahwa situs ini telah dihuni sejak 12.000 tahun lalu hingga sekitar 150.000 tahun lalu. Penanggalan ini kemudian dikonfirmasi dengan teknik Resonansi Spin Elektron.
“Alat-alat batu yang ditemukan berasal dari Zaman Batu Tengah, yang dapat berusia antara 500.000 hingga 10.000 tahun,” jelas Professor Bateman.
“Kunci utama dalam memahami kapan alat-alat ini digunakan adalah penerapan teknik penanggalan modern pada sedimen tempat alat-alat tersebut ditemukan. Mengetahui usia sebutir pasir kuno dan menyadari bahwa temuannya dapat mengubah pemahaman kita tentang bagaimana dan di mana nenek moyang kita hidup adalah hal yang luar biasa,” tambahnya.
Sebelumnya, bukti tertua manusia yang tinggal di hutan hujan Afrika hanya berusia sekitar 18.000 tahun, sementara bukti tertua di hutan hujan global berasal dari Asia Tenggara sekitar 70.000 tahun lalu.
“Penemuan ini menggandakan batas waktu yang diketahui sebelumnya mengenai keberadaan manusia di hutan hujan,” ujar Dr. Eslem Ben Arous dari Pusat Nasional Penelitian Evolusi Manusia (CENIEH), penulis utama studi ini. (University of Sheffield/Z-10)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature melalui makalah berjudul Soft photonic skins with dynamic texture and colour control.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved