Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KONVENSI Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 menyuguhkan paparan inspiratif dari Profesor Lam Khin Yong di Sasana Budaya Ganesa. Ilmuwan asal Singapura ini dikenal luas atas kontribusinya dalam menjembatani kolaborasi antara Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan berbagai mitra industri di dunia. Selain kepiawaiannya dalam membangun kemitraan strategis, Lam juga memiliki keahlian mendalam di bidang computational mechanics, computational nanoscience, BioMEMS, dan hydrogels.
Dalam sesi pemaparannya, Profesor Lam yang saat ini menjabat sebagai Vice President of Industry menjelaskan bagaimana NTU menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global seperti HP Inc., Rolls-Royce, Continental, Singtel, hingga GlobalFoundries melalui pendirian laboratorium bersama dan proyek inovatif lintas sektor. Ia juga membagikan strategi kampus dan kebijakan pemerintah Singapura yang telah berhasil mentransformasi ekosistem riset melalui kolaborasi erat dengan industri.
Lam mengawali paparannya dengan menyoroti potensi besar dan keunggulan Indonesia berdasarkan sejumlah indikator inovasi global.
“Peringkat yang tinggi, populasi besar dan dinamis, serta kekayaan sumber daya alam adalah keunggulan utama Indonesia. Ini menciptakan kondisi ideal untuk meningkatkan daya saing,” terang Lam, Jumat, (8/8).
Lam kemudian menjelaskan bahwa strategi inti NTU Singapura bertumpu pada dua hal, yaitu menyiapkan talenta kelas dunia dan menjembatani riset dasar menuju riset terapan.
“Hal ini dilakukan dengan cara memperkuat hubungan riset dengan dunia industri serta membangun kemitraan strategis dengan universitas global,” jelas Lam.
Kolaborasi dengan industri dinilai sangat penting karena komunikasi langsung dengan sektor industri memungkinkan penerapan hasil riset secara lebih cepat dan relevan. Hal ini sejalan dengan program strategis Indonesia, Asta Cita, terutama dalam aspek meningkatkan riset, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Strategi dinamis NTU ini dirangkum dalam kerangka PACE, yang merupakan akronim dari:
Fondasi riset yang ambisius dan berjangka panjang memerlukan dukungan kuat dan stabil dari pemerintah.
Lam menjelaskan bagaimana NTU menyesuaikan diri dengan aspirasi baru para periset. Misalnya, NTU kini menyediakan program inovatif yang memungkinkan dosen dan mahasiswa doktoral untuk mengambil cuti hingga dua tahun guna merintis startup berbasis riset mereka, tanpa kehilangan posisi di kampus. Kebijakan ini secara langsung mengurangi risiko dalam berwirausaha dan menjadikan NTU sebagai pusat eksperimen dan inovasi.
Di bidang seperti Artificial Intelligence (AI), Lam menyebut bahwa perusahaan sering bergerak lebih cepat dari laboratorium akademik. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara universitas dan industri dianggap krusial. Contohnya seperti NTU-HP Digital Manufacturing Corporate Lab dan Schaeffler Hub for Advanced REsearch (SHARE) Lab, yang memastikan riset akademik tetap relevan dan menyasar permasalahan nyata di industri.
Untuk menjawab tantangan global yang kompleks, keterlibatan internasional menjadi kunci. NTU menjalin kemitraan dengan berbagai institusi top dunia, termasuk kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya.
Kolaborasi ini, yang berfokus pada bidang seperti energi berkelanjutan, mencerminkan komitmen NTU untuk turut serta mengatasi tantangan kawasan bersama para talenta terbaik Indonesia.
Melalui KSTI 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk meningkatkan riset dan inovasi yang berdampak. Inisiatif ini melebihi prestasi akademik, tetapi juga mencari tahu solusi dari kebutuhan nyata di tengah masyarakat dan industri.
Model strategi seperti skema NTU merefleksikan semangat Diktisaintek Berdampak, bertujuan untuk membangun ekosistem riset dan teknologi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. (H-3)
Tannos harusnya menyerah usai saksi ahli yang dibawanya ditolak hakim. Namun, buronan itu tetap menolak untuk dipulangkan ke Indonesia.
SINGAPURA mencatat lonjakan signifikan kasus chikungunya pada 2025. Tercatat ada 17 kasus sejak awal tahun hingga 2 Agustus dan jumlah ini melonjak dua kali lipat.
Diaspora Indonesia di Singapura menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir untuk menghadiri Parade Hari Nasional
Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Singapura pada Sabtu untuk menghadiri Parade Hari Nasional 2025
SINGAPURA kini tengah mengalami peningkatan penyakit demam akibat virus yang dibawa nyamuk chikungunya dan bahkan peningkatannya mencapai dua kali lipat.
Cakra Khan baru saja menyelesaikan dua konser luar biasa di Asia Tenggara lewat rangkaian Divine Concert Cakra Khan, yang digelar di dua negara yaitu Singapura dan Malaysia.
Senyawa ini ditemukan manfaatnya melalui pendekatan bioinformatika dan terbukti menargetkan GLP-1 modulator, reseptor penting dalam pengendalian diabetes.
Coelacanth Indonesia adalah ikan bersirip lobus (bukan tetrapoda sarkopterigi) perairan dalam sedang yang jarang terdokumentasi, yang awalnya dianggap endemik di wilayah Sulawesi.
Sekitar dua pertiga emisi metana di atmosfer berasal dari mikroba yang hidup di lingkungan tanpa oksigen, seperti lahan basah, sawah, dan perut hewan ternak.
Inti eksotis dari jenis ini sangat menantang untuk dipelajari karena umur pendek dan ukuran penampang produksinya yang rendah, sehingga diperlukan teknik yang tepat.
Ilmuwan Indonesia Maila Dinia Husni Rahiem, dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, memimpin penyusunan dua jilid buku ilmiah menghimpun 164 artikel dari 20 negara
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved