Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH galaksi spiral yang cerah tampak melesat melalui ruang angkasa seolah-olah ditembakkan dari meriam kosmik.
Galaksi ini, yang dikenal sebagai IC 3225, berada sekitar 100 juta tahun cahaya dari Bumi dan merupakan anggota dari kelompok galaksi besar yang disebut Gugus Virgo. Gambar baru dari Teleskop Luar Angkasa Hubble menangkap IC 3225 dengan ekor gas seperti komet yang menjulur dari cakram pusat galaksi saat ia melintas dengan cepat di antara tetangga galaksinya.
“Pemandangan yang muncul dari galaksi-galaksi dari sudut pandang Bumi sungguh memukau; banyak yang tampak melayang tenang di kekosongan ruang seolah-olah digantung pada seutas tali, sementara lainnya berada dalam situasi yang jauh lebih dinamis!” ujar pejabat NASA dalam pernyataan saat merilis gambar baru tersebut. "Penampilan dapat menipu pada objek-objek yang begitu jauh dari Bumi."
IC 3225 hanyalah salah satu dari lebih dari 1.300 anggota Gugus Virgo. Saat IC 3225 bergerak melalui ruang angkasa, galaksi ini mengalami hambatan dari gas dan debu di media antarkelompok, yang menimbulkan apa yang disebut tekanan ram.
“Kepadatan galaksi di Gugus Virgo menciptakan medan gas panas yang kaya di antara mereka, yang disebut media antarkelompok, sementara massa ekstrem dari gugus tersebut menyebabkan galaksi-galaksinya bergerak mengelilingi pusatnya dalam orbit yang sangat cepat,” ungkap pejabat NASA dalam pernyataan tersebut.
“Melaju melalui media antarkelompok yang padat, terutama dekat dengan pusat gugus, menciptakan tekanan ram yang besar pada galaksi yang bergerak, sehingga gas mereka terlepas saat mereka melaju.”
Saat gas terlepas dari galaksi, dinamika tekanannya berubah dan dapat menghentikan atau justru meningkatkan pembentukan bintang, yang menyebabkan penampilan galaksi yang terdistorsi. Dalam kasus IC 3225, galaksi ini memiliki lengan padat di bagian kiri bawah yang dipenuhi bintang-bintang muda dan panas berwarna biru. Di sini, tekanan telah memampatkan galaksi dan meningkatkan pembentukan bintang.
Sebagai perbandingan, di sisi berlawanan galaksi ini terlihat sebuah ekor yang memanjang di bagian kanan atas. Area ini tampak lebih meregang karena gas dan debu pembentuk bintang telah terlepas, menghasilkan populasi bintang yang lebih kecil.
"IC 3225 saat ini tidak terlalu dekat dengan inti gugus, tetapi para astronom telah menyimpulkan bahwa galaksi ini pernah mengalami tekanan ram di masa lalu," ungkap pejabat NASA dalam pernyataan tersebut.
“Di wilayah yang padat seperti ini, pertemuan dekat dengan galaksi lain mungkin juga telah menarik IC 3225 dan menciptakan bentuk ini. Pemandangan galaksi yang terdistorsi ini mengingatkan kita akan kekuatan luar biasa yang bekerja dalam skala astronomis, yang dapat memindahkan dan membentuk kembali seluruh galaksi!" (Space/Z-3)
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Dengan mengikuti cara galaksi-galaksi tersebut berkumpul selama miliaran tahun, para peneliti memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terhubung
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved