Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP luar angkasa Hubble NASA/ESA menangkap citra memukau dari galaksi spiral yang terletak di rasi bintang Virgo, yang dikenal sebagai NGC 5668. Galaksi ini berada cukup dekat dengan Bumi, berjarak sekitar 90 juta tahun cahaya.
Lokasi yang relatif dekat ini membuat NGC 5668 mudah dijangkau para astronom untuk pengamatan, baik menggunakan teleskop berbasis darat maupun luar angkasa.
Baca juga : Teleskop Hubble Rekam Benturan Tiga Galaksi
Pada pandangan pertama, galaksi ini mungkin terlihat seperti galaksi spiral biasa. Dengan diameter sekitar 90.000 tahun cahaya, ukurannya hampir setara dengan Bima Sakti. Lengan spiralnya yang lebar menampilkan corak awan gas yang tidak beraturan.
Ada sesuatu yang membuat NGC 5668 menonjol dibandingkan galaksi spiral lainnya, termasuk Bima Sakti. NGC 5668 memiliki kecepatan pembentukan bintang yang jauh lebih cepat, sekitar 60% lebih tinggi daripada galaksi kita.
Para astronom menemukan dua faktor utama yang mempercepat laju kelahiran bintang di galaksi ini.
Selain itu, laju pembentukan bintang yang cepat ini juga memicu banyaknya peristiwa supernova di NGC 5668. Para astronom mencatat tiga ledakan supernova di galaksi ini, masing-masing terjadi pada tahun 1952, 1954, dan 2004.
Hubble, dalam pengamatannya kali ini, secara khusus menyoroti lingkungan sekitar SN 2004G, sebuah supernova Tipe II, untuk lebih memahami karakteristik bintang yang mengakhiri hidupnya dengan ledakan supernova jenis ini. (NASA/Z-3)
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Dengan mengikuti cara galaksi-galaksi tersebut berkumpul selama miliaran tahun, para peneliti memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terhubung
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved