Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KELEBIHAN antimateri dalam hujan partikel bermuatan yang membombardir Bumi, disebut sinar kosmik, mungkin dapat mengungkap rahasia materi gelap, salah satu misteri terbesar alam semesta, demikian menurut sebuah studi baru.
Materi gelap menjadi tantangan besar bagi para ilmuwan karena diperkirakan membentuk sekitar 85% dari materi di alam semesta, tetapi tidak dapat terlihat karena tidak berinteraksi dengan cahaya. Hal ini berarti setiap atom yang membentuk bintang, planet, bulan, manusia, dan objek lainnya masih kalah jumlah dengan materi gelap sekitar lima banding satu.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin Pedro De la Torre Luque dari Institut Fisika Teoritis di Madrid menduga antimateri dalam jumlah besar, seperti partikel cermin bermuatan berlawanan dengan partikel materi seperti proton dan elektron dalam sinar kosmik, mungkin merupakan hasil dari penghancuran partikel materi gelap. Namun, detail spesifik dari hubungan ini bisa menghapus kandidat utama materi gelap yang dikenal sebagai WIMPs (partikel masif yang berinteraksi lemah).
"Kami menemukan jumlah antinuklei, khususnya antihelium (materi antimateri dari inti helium), yang terdeteksi tidak dapat dijelaskan oleh proses-proses yang dikenal di alam semesta," kata De la Torre Luque. Ini bisa menunjukkan adanya proses yang belum diketahui yang melibatkan materi gelap.
Penelitian ini mungkin menjadi kabar buruk bagi WIMPs yang selama ini menjadi kandidat terkuat untuk materi gelap, memaksa para ilmuwan untuk memikirkan ulang teori materi gelap dalam pencarian untuk memahami massa yang hilang di alam semesta. (Space/Z-3)
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Wilayah aktif AR 14098 memicu enam flare Matahari kelas X dalam kurang dari 96 jam pada awal Februari 2026. NASA memantau dampaknya terhadap cuaca antariksa dan satelit.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
Menggunakan teleskop FAST, ilmuwan temukan benang materi gelap yang memandu lahirnya galaksi.
Penemuan neutrino berenergi tinggi pada 2023 diduga berasal dari ledakan lubang hitam purba. Ilmuwan klaim ini bisa mengungkap misteri materi gelap (dark matter).
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Materi gelap masih belum terungkap. Dari James Webb hingga teknologi kuantum, ilmuwan menempuh jalur baru untuk membongkar misteri kosmik.
Penelitian terbaru menunjukkan materi gelap mungkin lahir dalam kondisi panas luar biasa sebelum mendingin. Temuan ini berpotensi mengubah teori evolusi alam semesta.
Astronom temukan Cloud 9, objek kosmik misterius tanpa bintang yang didominasi materi gelap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved