Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMI memiliki batasan dalam menampung subjek fotografi, tetapi keindahan alam semesta adalah sesuatu yang tak terhingga. Untuk merayakan seni astrofotografi, Astrophotography Prize, sebuah kompetisi internasional yang relatif baru, telah mengumumkan pemenangnya tahun ini.
Memasuki tahun kedua, AstroPrize menarik ratusan karya dari seluruh dunia, yang dibagi menjadi empat kategori utama: Deep Space, Tata Surya, Astro Landscape, dan Remote Imaging. Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk Astrophotographer of the Year.
Tahun ini, penghargaan tertinggi jatuh kepada fotografer asal Australia, Phil Hart, berkat fotonya yang menakjubkan tentang korona Matahari selama gerhana di Exmouth, Australia Barat, tahun lalu. Foto tersebut menangkap aliran partikel bermuatan yang biasanya tidak terlihat karena kecerahan Matahari itu sendiri. Hanya saat gerhana, partikel-partikel ini muncul ke permukaan.
Baca juga : Salurkan Kreativitas Melalui Lensa pada Manhattan Hotel Photo Competition
“Bagi saya, ini terlihat seperti bunga matahari di langit Exmouth,” ungkap Hart. “Pita-pita halus dari lingkaran korona Matahari muncul di atas pusaran yang berputar.”
Penilaian para peserta dilakukan dengan metode yang unik. Tiga ahli astrofotografi memberikan skor maksimal 100 untuk setiap gambar.
Selanjutnya, 25 gambar terbaik dari setiap kategori mengikuti babak kedua, di mana lima astrofotografer menilai secara langsung melalui YouTube untuk menjaga transparansi. Dari sini, pemenang dan dua runner-up ditentukan dalam setiap kategori, serta pemenang keseluruhan.
“Kompetisi tahun ini menyajikan sejumlah astrofotografi paling menakjubkan yang pernah kami lihat,” kata Dr. Tanya Hill, salah satu juri. “Foto Phil Hart merupakan contoh luar biasa dalam hal teknik, kreativitas, dan dedikasi, menampilkan detail bulan yang redup bersamaan dengan aliran korona Matahari yang mirip kelopak bunga.”
Dengan semakin banyaknya fotografer yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, Astrophotography Prize terus menginspirasi dan mendorong eksplorasi keindahan kosmos yang menakjubkan, menunjukkan bahwa meskipun Bumi terbatas, keajaiban alam semesta tidak mengenal batas. (Newatlas/Z-3)
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
Penelitian terbaru ungkap Bumi berada di 'Goldilocks Zone' kimiawi yang langka. Tanpa kadar oksigen yang tepat, DNA dan kehidupan takkan pernah ada.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved