Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
SEKTOR keuangan, khususnya perbankan sedang aktif melebarkan sayapnya. Digitalisasi bank yang menjadi tren saat ini merupakan salah satu potensi yang cukup bagus untuk Indonesia. Meski demikian, volume transaksi perbankan yang cukup besar juga berpotensi menjadi sasaran para pelaku kejabatan siber, salah satunya dengan mengajukan aplikasi pinjaman dengan menggunakan identitas orang lain.
“Modusnya, KTP itu dicuri orang lain dan digunakan untuk pengajuan pinjaman. Atau bisa juga KTP dikopi informasinya lalu informasi tersebut digunakan untuk proses pengajuan. Termasuk juga mengakses sumber-sumber data lain yang membutuhkan kredensial,” tutur Country Manager 1datapipe untuk Indonesia Herrias Yusmawan pada Media Indonesia, Rabu (29/5).
Selain itu, kartu kredit juga menjadi target penipu (fraudsters) untuk melakukan transaksi online dengan mencari tahu tanggal expired dan nomor CVV yang ada di belakang kartu kredit.
Baca juga : Membangun Industri 4.0 dengan Teknologi Kecerdasan Artifisial
“Ini membutuhkan proteksi, salah satunya adalah one-time password (OTP). Pemilik kartu akan diberi notifikasi mengenai transaksi tersebut.”
Menurut Herrias, metode penipuan di industri perbankan itu ada banyak jenisnya, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.
“Seperti social engineering yang menyampaikan suatu pesan seolah-olah bersahabat padahal itu adalah fraud. Contohnya undangan pernikahan namun berbentuk file APK. Padahal lazimnya berformat JPG. Ini harus kita waspadai. Apalagi jika berasal dari nomor yang tidak kita ketahui,” imbuhnya.
Baca juga : Acer Keluarkan Laptop Gaming Baru dengan Teknologi AI
Teknologi AI bisa menjadi solusi untuk mencegah upaya penipuan dalam transaksi perbankan. Solusi berbasis AI 1datapipe akan mendeteksi perilaku yang tidak normal sehingga dicurigai sebagai aktifitas fraud. Jika perilaku tersebut diluar pola yang sudah ada, maka akan ada umpan balik.
“Misalnya, seseorang transaksi normalnya satu juta rupiah. Lalu tiba-tiba terjadi transkasi yang tidak biasa, misalnya sepuluh juta rupiah. Nanti dari tim bank aka nada yang menelepon ke nasabah secara langsung untuk melakukan konfirmasi.”
Contoh lain, tambahnya,ada transaksi yang sifatnya mingguan. Misalnya dalam satu minggu normalnya empat kali, lalu tiba-tiba bisa terjadi 10 kali transaksi dengan nilai yang sama. Atau biasanya transaksi terjadi di Jakarta, tiba-tiba di negara lain dengan jumlah yang besar.
Baca juga : Apple dan Google Berkolaborasi Ciptakan Teknologi AI di iPhone, Penasaran?
“Jadi algoritmanya itu berdasarkan ukuran transaksi, frekuensi hingga geografis.”
Herrias mengatakan bahwa algoritma AI pengaturannya bersifat dinamis, berubah dan bisa menyesuaikan dengan umpan balik dari lapangan. Tanpa bantuan AI, akan sulit beradaptasi dengan fraud-fraud yang baru.
“Selain itu, teknologi AI kami juga memberikan solusi terkait skor kredit kepada lembaga keuangan, dengan memberikan gambaran tentang calon nasabah sehingga pihak bank punya informasi yang lebih luas untuk melakukan penyesuaian. Pertama, apakah calon nasabah ini adalah seorang fraudsters atau bukan. Kedua, jika pun bukan, apakah orang ini punya itikad baik atau tidak dalam hal pembayaran. Ketiga, dari sisi pendapatan, apakah cukup tidak untuk diberikan pinjaman. Dan keempat adalah kolateral.”
Baca juga : Akankah AI Selamatkan Manusia? Festival Teknologi AS Menjawab
Jika pinjaman berdasarkan kolateral, maka nilainya bisa disesuaikan dengan nilai jaminannya. Namun jika bersifat tanpa agunan, kata Herrias lagi, bisa menjadi tantangan tersendiri.
Besarnya populasi unbanked dan underbanked di Indonesia yang mencapai 60 persen mendorong bisnis pinjol cukup menanjikan karena menawarkan pinjaman kepada nasabah dengan cara yang mudah.
“Kami hadir untuk memberikan solusi kepada bank yang ingin mengambil potensi pasar ini, agar bank bisa memberikan pinjaman dengan cara aman, cepat dan nyaman.”
Lembaga keuangan belum memiliki gambaran secara lengkap terhadap segmen ini. 1datapipe masuk ke indonesia dengan solusi-solusi bersifat analiticy-based.
“Kami memberikan gambaran secara lengkap tentang calon nasabah dari segmen tersebut sehingga lembaga perbankan dapat menjadikannya dasar untuk credit decision, apakah pengajuan kreditnya disetujui atau tidak. Dan lebih dari itu, jika disetujui, akan ditentukan berapa nilainya. Ini sangat penting karena lembaga keuangan memiliki misi untuk memperluas target segmen,” tutupnya.
Band legendaris Green Day baru-baru ini melontarkan sindiran kepada Will Smith di media sosial, menyusul kontroversi seputar video tur yang diduga memanfaatkan kecerdasan buatan
INFOMEDIA memastikan kapabilitas digitalnya terus berkembang, efisiensi operasional meningkat, serta kontribusinya terhadap agenda transformasi digital nasional semakin signifikan.
Banyak bisnis masih kesulitan mengadopsi AI karena prosesnya rumit, hasilnya tidak selalu akurat, dan sering kali tidak sesuai dengan karakter brand.
Kurikulum Batch 2 kini memisahkan jalur teknis dan go-to-market, serta menghadirkan sesi terstruktur antara startup dan mitra korporasi.
PENELITIAN IDC menunjukkan bahwa meskipun organisasi menjalankan rata-rata 23 uji coba konsep AI generatif antara 2023 dan 2024, hanya tiga di antaranya yang mencapai tahap produksi.
Anthropic mengungkap AI Claude disalahgunakan peretas, termasuk Korea Utara, untuk serangan siber, pencurian data, hingga penipuan kerja jarak jauh.
Ajaib Sekuritas Asia telah mengambil langkah resmi untuk menyelesaikan permasalahan dengan salah satu nasabah ritel, Niyo, melalui mekanisme mediasi
menolak keras wacana pengembalian sistem Pilkada dari pemilihan langsung menjadi pemilihan oleh DPRD karena ancam iklim demokrasi dan suburkan oligarki politik
PT Ajaib Sekuritas Asia menunjuk kantor hukum Hotman Paris & Partners untuk mewakili perusahaan dalam merespons polemik seputar dugaan transaksi tidak sah senilai Rp1,8 miliar
Dengan Integrated Foreign Exchange Feature QLola by BRI, Anda bisa mendapatkan cara cerdas untuk menangani transaksi mata uang asing langsung melalui platform digital.
Biaya tersembunyi, nilai tukar yang tidak transparan, dan potongan tambahan sering kali menjadi penghalang bagi mereka yang ingin mengirim uang ke keluarga atau mitra bisnis di luar negeri.
Peserta pameran, khususnya UMKM, sangat diuntungkan oleh ajang ini. Banyak di antaranya sukses besar dan bahkan langsung memesan slot untuk tahun berikutnya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved