Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FITUR Chatbot dengan kecerdasan buatan perlahan tapi pasti menyusup ke setiap aplikasi yang ada. Setelah Telegram, kali ini, WhatsApp akan menjadi aplikasi selanjutnya yang memiliki fitur chatbot AI.
Kabarnya, perusahaan pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta, sedang menguji penambahan chatbot Meta AI ke layanan berbagi pesan itu.
Fitur chatbot dikabarkan sedang dalam sebuah pengujian di versi terbaru aplikasi untuk iOS dan Android. Namun begitu, pengujian tersebut hanya tersedia bagi pengguna yang memilih bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan di WhatsApp.
Baca juga : Perang AI vs Manusia: Influencer Dihadapkan pada Persaingan dari Model Virtual
Pun demikian jumlah pengguna yang diuji masih sangat terbatas. Artinya, belum semua orang yang memenuhi syarat mendapat chatbot Meta AI di WhatsApp.
Sebagaimana tertulis di GSM Arena, sejauh ini, pengujian chatbot AI WhatsApp baru tersedia di negara-negara tertentu, seperti India. Tentu saja, seiring perkembangan waktu akan semakin banyak pengguna yang bisa mendapat pengujian fitur chatbot AI ini.
Dalam WhatsApp yang sudah ada Meta AI-nya, fitur ini terintegrasi ke dalam bilah pencarian, sementara untuk yang lain terdapat ikon Meta AI baru di kanan atas, di samping tombol kamera dan tombol percakapan baru.
Baca juga : Meta Tutup Alat Pelacak Kebohongan Viral CrowdTangle pada Tahun Pemilu
Meta AI berfungsi seperti chatbot lain, memungkinkan pengguna untuk menanyakan berbagai pertanyaan.
Jika pengguna mengetuk bilah pencarian yang mendukung Meta AI, mereka akan mendapatkan beberapa jawaban yang dibuat secara acak tentang apa yang dapat ditanyakan.
Serupa dengan chatbot lainnya, tentu saja pengguna dapat menanyakan pertanyaan atau mengetik perintah apa pun yang diinginkan.
Akan menarik untuk melihat apakah WhatsApp dapat melangkah lebih jauh dan mengintegrasikan chatbot ke dalam obrolan para penggunanya, mengingat obrolan aplikasi ini dienkripsi secara end-to-end.
Sekadar informasi, penggunaan chatbot AI di aplikasi berbagi pesan sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Telegram. Pengguna telegram bisa berinteraksi dengan akun chatbot yang sudah dipasangkan kecerdasan buatan. Akun tersebut pun akan memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan dan perintah yang diberikan oleh penggunanya. (Z-1)
Para pelaku penipuan biasanya menjerat calon korban dengan menawarkan kesempatan cuan cepat, undangan ke grup eksklusif, hingga jasa pendampingan trading.
Telegram, salah satu aplikasi pesan instan terpopuler, kini memungkinkan penggunanya untuk mengakses pesan melalui web browser di PC atau komputer tanpa perlu mengunduh aplikasi desktop.
Badan pengawas komunikasi negara Roskomnadzor telah membatasi panggilan suara dan video pada kedua aplikasi tersebut sejak Agustus, sebuah langkah yang dikritik oleh kedua perusahaan.
Telegram tersedia di berbagai platform, termasuk Android, iOS, Windows, macOS, Linux, dan Web, dan terkenal karena fitur keamanannya, kecepatan pengiriman pesan
Telegram tidak menghapus saluran-saluran yang menyerukan protes antipemerintah dan serangan teror terhadap kepentingan Moskow, dan karenanya didenda sebesar tujuh juta rubel.
CEO Telegram Pavel Durov turut mengomentari aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) milik Tiongkok, Deepseek, yang sempat membuat ketar-ketir Amerika Serikat.
Dalam sesi bertema “Your First AI Assistant : Bikin Chatbot AI Secara Instan Tanpa Coding”, siswa diperkenalkan pada konsep AI dan alur automasi tanpa perlu pemrograman.
Peserta diajak membangun alur kerja automasi menggunakan n8n, serta mencoba mengintegrasikannya dengan fitur AI untuk membuat chatbot.
PENGGUNAAN Penggunaan chatbot untuk bisnis di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Teknologi NLP
Penelitian terbaru mengidentifikasi 32 disfungsi AI mirip gangguan jiwa manusia. Temuan ini bantu prediksi risiko, cegah halusinasi, dan jaga keselamatan AI.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif di era digital, kecepatan dan efisiensi komunikasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan.
Dengan pendekatan yang inovatif, DeepSeek memperkenalkan cara baru dalam pengembangan AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga dapat diakses oleh semua kalangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved