Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Siapa sangka Ridha Jihad influencer game ini ternyata lulusan termuda, terbaik dan tercepat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) tahun 2017. Dia lulus di usia 22 dengan IPK 3.97.
Dunia game membawa pria kelahiran Pangkep, Sulawesi Selatan, 12 Agustus 1995 ini menapaki tangga kesuksesan.
Berawal ketika pandemi covid-19, Ridha yang kala itu karyawan di industri telekomunikasi, bekerja dari rumah alias WFH. Dia bermain game untuk mengisi waktu kosong.
Baca juga : Dari Sales, Encang Smith Jadi Bintang TikTok dan Raja PUBG Mobile
"Sering gabut, akhirnya main game. Iseng lihat laptop adik yang bagus, mencoba live stream. Ternyata yang nonton lumayan banyak, jadi semangat terus-terusan live," ungkapnya.
Dari situlah, jalan mulusnya sebagai pebisnis dimulai. "Pada saat live, karena trust terbangun banyak yang tanya apakah jualan voucher game. Akhirnya coba buka jualan lewat WhatsApp dulu," katanya.
Bermodalkan uang pinjaman dari orang tua sebesar Rp30 juta, Ridha mengembangkan Bang RJ Store dengan membuat website https://www.bangrjstore.com untuk memenuhi tingginya permintaan para gamer.
Baca juga : Hans Christian Sukses Buat Youtube 'Gaming' dengan 1 Juta Subscribers
Tak selalu berjalan mulus, berbagai kendala harus dihadapinya, bahkan hingga hari ini.
"Sering sekali ditipu beli stok voucher game, sampai akhirnya dapat vendor yang betul-betul bisa dipercaya. Modal iklan web sangat tinggi dan sebagian besar karyawan tamatan SMA, sehingga proses learning-nya agak lama," terangnya.
Saat ini, karyawan Ridha mencapai 70 orang. Harapannya, ke depan Bang RJ Store bisa menjadi website top up game terbaik di Indonesia timur yang mengutamakan prinsip padat karya.
"Semoga bisa menjadikan Bang RJ Store sebagai one stop platform top up games terbesar di Indonesia," pungkasnya. (RO/R-1)
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved