Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTREAN panjang puluhan ribu pencari kerja di sejumlah Kantor Pos Cianjur baru-baru ini mengundang respons Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK). Sebelumnya peristiwa serupa pernah terjadi di Jakarta Jobfair, Plaza Semanggi, pada 2022.
Wakil Ketua KPTIK Soegiharto Santoso mengaku prihatin atas sistem rekrutmen karyawan di Indonesia yang menyebabkan masyarakat pencari kerja harus membuat antrean panjang untuk melamar pekerjaan. "Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan. Kami menyesalkan perusahaan masih menggunakan cara konvensional dalam merekrut tenaga kerja. Ini sangat menyusahkan masyarakat. Kita seolah diajak kembali ke era sebelum pandemi yang masih menerapkan manual system," tegas Soegiharto dalam pesan tertulisnya di Jakarta pada Jumat, (16/2/2024).
Seharusnya, kata Soegiharto yang akrab disapa Hoky, di era modern saat ini pihak perusahaan sudah menerapkan digitalisasi rekrutmen calon tenaga kerja. "Digitalisasi rekrutmen perlu dilakukan agar tidak perlu terjadi antrean puluhan ribu pencari kerja yang berdesak-desakan, sementara yang diterima hanya sedikit orang. Kasihan masyarakat dipersulit padahal dengan online system semua akan sangat mudah," ujar Hoky yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas).
Baca juga : Ritel Alfamart dan Alfamidi Terapkan Digitalisasi Perekrutan Karyawan
Hoky memberi contoh bahwa ada banyak perusahaan penyedia layanan bursa kerja yang menggunakan sistem digital, salah satunya Cybersjob yang jasanya bisa digunakan untuk rekrutmen tenaga kerja. Lewat penerapan sistem digital oleh perusahaan bursa kerja seperti ini, perusahaan atau pelaksana jobfair akan difasilitasi dan dikoneksikan dengan para pencari kerja sesuai kebutuhan.
"Jadi sistem yang akan mengatur rekrutmen sesuai lowongan yang tersedia dan kategori job pencari kerja yang dibutuhkan. Dengan cara ini tidak akan ada pemandangan antrean pencari kerja," imbuhnya.
Ia juga menyesalkan pemerintah hanya diam melihat fenomena antrean pelamar kerja masih terjadi di pusat dan daerah. "Seharusnya pemerintah pusat dan daerah memberi teguran dan arahan kepada perusahaan atau pabrik agar sistem rekrutmen menggunakan teknologi digital secara mandiri atau bisa menggunakan jasa perusahaan penyedia bursa tenaga kerja dengan sistem online," kata Hoky.
Baca juga : Zoom Ungkapkan Cara Perusahaan Meningkatkan Performa
Dia menambahkan, fenomena antrean pencarian kerja harus dihentikan. "Jangan ada lagi masyarakat antre berjam-jam dan desak-desakan hanya untuk mengirim surat lamaran kerja. Pemerintah harus ambil sikap dan langkah nyata. Kami siap memberi solusi," ujar Hoky.
Di kesempatan terpisah, salah satu pelaku usaha penyedia layanan bursa kerja dari Cybersjob, Victor Terinathe, turut prihatin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya menyediakan fasilitas buat perusahaan yang butuh tenaga kerja.
Direktur Cybersjob dan Wakil Ketua Standardisasi KPTIK itu menambahkan, perusahaannya membuka diri kepada perusahaan lain untuk memanfaatkan jasanya menggunakan teknologi digital untuk mencari talenta atau pencari kerja yang sesuai dengan standar perusahaan. "Nanti kami akan melakukan psikotest untuk melakukan profil personalia kandidat sehingga profil tersebut bisa menggambarkan karakter kandidat sudah sesuai dengan harapan industrinya," pungkas Victor.
Baca juga : Public Relations Mesti Terdepan Terapkan Teknologi Informasi
KPTIK yang menyorot sistem rekrutmen tenaga kerja ialah organisasi yang aktif melakukan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. KPTIK aktif mempersiapkan talenta-talenta digital yang adaptif. Ini sejalan dengan program prioritas pemerintah menciptakan 9 juta talenta digital sampai 2030. (Z-2)
“Dari sisi supply, setiap tahun jumlah lulusan S1 dan S2 meningkat cepat, sementara penciptaan kerja berkualitas tidak secepat pertumbuhan lulusan."
Temuan Jobstreet Indonesia dari sistem deteksi internal mereka per Oktober 2025, dua bidang tersebut menjadi target penipuan terbesar, yaitu administrasi dan dukungan perkatoran (39,36%)
Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja yang diunggah di dark web pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025.
"Pertumbuhan ekonomi memang ada di angka 5%, namun penyerapan tenaga kerjanya terus berkurang,"
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dari sekitar 7.000 perusahaan di berbagai kawasan industri.
TANTANGAN para pencari kerja di era bonus demografi disebut akan semakin kompleks. Peluang kerja konvensional kini semakin terbatas akibat tingginya persaingan dan kuota yang minim.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved