Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SCHNEIDER Electric meyakini pemanfaatan jaringan 5G dalam pengoperasian jaringan listrik pintar (smart grid) dapat memberikan dampak signifikan untuk keberlanjutan, ketangguhan, efisiensi dan keamanan jaringan listrik dalam mendukung kebutuhan smart city.
Menurut Business Vice President Power System Schneider Electric Indonesia Surya Fitri dalam keterangannya yang diterima pada Selasa (14/11), smart city membutuhkan pondasi utama yang krusial, yakni stabilitas dan keandalan dari koneksi internet dan suplai listrik. Tanpa jaringan internet dan listrik yang andal dan tanpa gangguan maka akan sulit untuk mewujudkan konsep smart city yang canggih dan modern.
“Jaringan 5G memiliki kecepatan unduh dan unggah yang jauh berkali-kali lipat dari 4G, dengan latensi yang lebih rendah dan memiliki bandwith yang lebih tinggi sehingga memungkinkan berbagai perangkat pintar bekerja secara maksimal. Termasuk dalam hal ini mendukung transformasi jaringan listrik pintar (smart grid), yang kini semakin menjadi tuntutan untuk meningkatkan performa jaringan listrik yang semakin terdistribusi dan diversifikasi sumber energi yang membutuhkan visibilitas lebih dan kendali penuh dalam pengelolaannya,” tutur Surya.
Surya menambahkan, setidaknya ada enam alasan mengapa jaringan 5G penting dalam mendukung smart grid.
1. Pemantauan dan kontrol secara real time
5G memungkinkan latensi yang sangat rendah dan bandwidth yang tinggi, sehingga menyediakan visibilitas yang lebih baik terhadap performa jaringan listrik secara real-time. Visibilitas mengoptimalkan pengelolaan distribusi listrik, mendeteksi adanya kesalahan/gangguan, dan dengan cepat merespons keadaan darurat. Kontrol daya menjadi lebih tepat karena perangkat dan sensor jaringan pintar berkomunikasi dengan sistem kontrol pusat secara real-time, memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik dan memastikan jaringan yang lebih tangguh dan efisien. Dengan demikian stabilitas jaringan listrik terjaga, meminimalkan frekuensi dan durasi pemadaman listrik.
2. Otomasi jaringan dan kemampuan perbaikan secara mandiri
Dengan sistem otomasi canggih, 5G memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap gangguan, kesalahan, atau pemadaman jaringan melalui mekanisme perbaikan secara mandiri. Sakelar, sensor, dan peralatan jaringan lainnya secara otomatis mendeteksi dan mengisolasi masalah, mengalihkan daya, dan memulihkan layanan, sehingga meminimalkan waktu henti dan meningkatkan keandalan jaringan secara keseluruhan.
3. Peningkatan keamanan dan keselamatan pekerja
Jaringan 5G berkecepatan tinggi dapat menangkap dan mentransfer data dengan lebih cepat yang memungkinkan informasi dikumpulkan secara real-time untuk membuat model 3D terperinci yang memungkinkan staff maintenance menavigasi situasi yang berpotensi berbahaya. Staff maintenance juga dapat dilacak dan dipantau secara real-time dan dengan cepat diperingatkan tentang bahaya yang akan terjadi.
Baca juga:
> Meneropong Kebutuhan Jaringan Internet 5G di Indonesia
> Denpasar Didukung Menjadi Smart City Berbasis Budaya
4. Pemeliharaan Prediktif
Konsep pemeliharaan prediktif didasarkan pada kemampuan untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah sebelum masalah tersebut mengakibatkan waktu henti yang tidak terduga. Untuk membuat jaringan listrik lebih tangguh, perusahaan listrik harus mengambil langkahlangkah untuk memungkinkan dan memfasilitasi praktik pemeliharaan prediktif. Langkah-langkah ini termasuk menyebarkan sensor dan perangkat IoT di seluruh jaringan, menetapkan parameter dengan penggunaan software, dan menganalisis data kinerja dengan algoritme AI untuk memprediksi potensi terjadinya kegagalan secara akurat. Komunikasi dengan jaringan 5G membantu mempercepat proses ini sehingga gangguan dan waktu henti / kegagalan yang merugikan dapat diminimalkan, dan umur peralatan dapat ditingkatkan.
5. Layanan konsumen yang lebih baik
Pengukur dan perangkat pintar berkemampuan 5G menyediakan data konsumsi yang terperinci, sehingga konsumen dapat membuat keputusan yang tepat tentang penggunaan energi mereka dan menghemat biaya. Hal ini membantu mengoptimalkan distribusi energi dan mengurangi tekanan pada jaringan listrik selama periode permintaan tinggi. Tidak hanya itu, 5G dapat memfasilitasi komunikasi dua arah yang cepat antara konsumen dan perusahaan utilitas, memudahkan pelayanan permintaan tambahan daya, informasi pembaruan harga, maupun program-program konsumen lainnya.
6. Integrasi Sumber Daya Energi Terdistribusi (DER)
Jaringan dua arah tercipta dengan semakin banyak konsumen energi yang menjadi produsen melalui penggunaan energi terbarukan dan penyimpanan energi yang terus meningkat. Dengan memanfaatkan konektivitas 5G, operator jaringan listrik dapat secara efisien memantau dan mengontrol produksi dan penyimpanan energi dari sumber-sumber yang terdesentralisasi ini. Hal ini memastikan integrasi energi terbarukan yang lancar ke dalam jaringan, menyeimbangkan pasokan dan permintaan, dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya energi bersih.
“Ini beberapa contoh bagaimana jaringan listrik dapat menggunakan 5G untuk mendorong efisiensi operasional sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan listrik. Kontinuitas dan keandalan data smart grid juga perlu didukung oleh edge computing yang memungkinkan data jaringan utilitas yang berasal dari berbagai sensor diproses secara lokal, sehingga meminimalkan latensi. Schneider Electric selama 50 tahun ini telah turut berpartisipasi dalam mendukung PLN maupun perusahaan utilitas swasta dalam pendistribusian listrik melalui produk dan solusi kami. Kami siap mendukung pengembangan smart grid di Indonesia melalui solusi EcoStruxure kami,” tutup Surya.
Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
BrightEd Konsultasi Indonesia gelar Seminar NextGen Security bersama ELDO Consulting dan Agaram Technologies, membahas inovasi AI, IoT, dan smart city untuk industri keamanan nasional.
PT Napindo Media Ashatama gelar pameran teknologi ramah lingkungan 13-15 Agustus.
PT Napindo Media Ashatama sukses mengadakan Technical Meeting untuk Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, dan IISMEX 2025 di JIExpo Kemayoran.
Sebagai klaster perdana dari Super Cluster The Floritz, Cluster Allurea menghadirkan ruang hunian modern dengan konsep Eco-Smart City yang mengedepankan keberlanjutan dan kenyamanan hidup.
Peringkat smart city kota-kota Indonesia, Jakarta, Medan, dan Makassar kalah dari sejumlah kota dari negara-negara Asia Tenggara lain seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Hanoi.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Setelah miliaran tahun, JADES-ID1 akan berevolusi dari protogugus menjadi gugus galaksi masif seperti yang kita lihat jauh lebih dekat dengan Bumi.
Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Pengguna Android dapat mengunggah file melalui aplikasi Google Drive yang umumnya sudah terpasang secara bawaan.
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved