Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN teknologi asal Amerika Serikat, Parallaxnet melalui distributornya, PT Kimora Defasa menjalin kerja sama dengan SMK Metland Transyogi, SMK Metland Cibitung, dan LPK/LKP Metland College dalam melaksanakan pembelajaran di bidang “Technopreneur” melalui Platform Learning Management System (LMS).
Platform Learning Management system yang dapat diakses dari manapun dengan menggunakan berbagai perangkat keras baik PC, laptop, tablet bahkan ponsel dengan spesifikasi terendah sekalipun yang terpenting memiliki jaringan internet, dan mendapatkan akses ke Virtual Machine dedicated ke masing masing siswa sebagai alat praktek pembelajaran
Kerja sama itu menjawab permasalahan sumber daya manusia usia produktif di Indonesia di bidang teknologi Informasi yang saat ini masih kekurangan talenta berkualitas sebanyak 7 juta orang setiap tahunnya.
Baca juga : Fokus Kerja Sama dengan Kampus, Fortinet Siap Cetak Ahli Keamanan Siber
Hal yang tidak kalah penting adalah mendorong tumbuhnya para pengusaha-pengusaha muda yang mampu mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan digital sebagai fondasi dalam berwirausaha.
Di Indonesia saat ini prosentase wirausaha baru mencapai 3.47 % dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka ini berada di bawah Thailand dan Malaysia, jauh di bawah Singapura. Salah satu penyebabnya adalah literasi digital di sekolah-sekolah khususnya pendidikan vokasi yang belum masif dengan standar pembelajaran kewirausahaan berbasis digital sesuai kondisi kekinian.
Baca juga : Kemenkominfo: RI Butuh Sembilan Juta Talenta Digital Berkualitas
CEO Parallaxnet Mazhar Durani mengatakan, program yang diusung ke Indonesia merupakan kecintaan dan kepedulian kepada Anak-anak Indonesia. Harapannya, anak-anak Indonesia dapat memiliki kesempatan berkarir di masa depan yang sama dan sederajat dengan anak-anak di negara-negara maju seperti Amerika, Tiongkok, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Eropa.
"Besar harapan saya akan lahir Ellon Musk, Mark Zuckernberg, Jack Ma, dan tokoh-tokoh Bisnis Digital dunia dari sekolah-sekolah vokasi di Indonesia," harap Mazhar Durani.
DIrektur Utama PT Kimora Defasa Dewi Setiawati Said menambahkan, perusahannya tergerak aktif dalam program ini dikarenakan merasa terpanggil untuk melakukan bakti bagi Indonesia melalui sistem pendidikan khususnya dibidang Technopreneur yang digagas Parallaxnet.
Dengan moto No Indonesian Children left Behind, pihaknya berharap anak-anak Indonesia memiliki masa depan gemilang di era digitalisasi dan Indonesia dapat mengejar ketertinggalan bidang digitaliasi dengan menghasilkan Talent-talent dibidang Digitalisasi.
"Impian kami program ini bisa menjadi program nasional yang dapat mencapai anak-anak diseluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," kata Dewi.
Kepala SMK Metland Darmawan menyambut baik program Parallaxnet karena sejalan dengan visi dan Misi SMK Metland yaitu menghasilkan tenaga terampil di bidang digitalisasi serta mencetak para lulusan sebagai teknopreneur muda berbakat yang mampu berkiprah di dunia International.
“Ketika kami berdiskusi dengan pihak Parallaxnet terkait kurikulum yang ditawarkan, Kami sangat antusias untuk melakukan kerjasama dikarenakan kami belum pernah menemukan pola belajar 24 jam melalui Virtual Mechine yang mereka berikan kepada anak-anak, menjadikan kemudahan anak-anak mengakses 24 jam dan belajar kapan saja dan dimana saja," tutur Darmawan.
acara itu dihadiri pula oleh Dina M Tiraswati (Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I) Carlab Djumani (Pengawas SMK KCD I), dan Abur Mustikawanto (Kepala KCD Provinsi Wilayah XII).
Abur yang mewakili Dinas Pendidikan Jawa Barat mendukung program kerja sama ini yang dilakukan untuk pertama kalinya di wilayah Kabupaten Bogor dan berharap dapat menjadi contoh untuk sekolah lain dalam mengikuti Program yang diusung oleh Parallaxnet ke Indonesia.
"Saya optimis program ini dapat membantu generasi muda di Kabupaten Bogor memiliki kemampuan di bidang Teknologi yang Profesional yang akan menjadi percontohan untuk sekolah lain di seluruh Indonesia," katanya. (Z-5)
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Melalui explorAItion, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga menjalani simulasi kerja industri agar mampu bersaing dalam ekosistem digital nasional.
Upbit Indonesia menegaskan fokus strategisnya pada satu agenda krusial, yaitu pengembangan talenta Web3 nasional.
Tahun ini, Coding Camp powered by DBS Foundation memperluas jangkauannya dengan berkolaborasi dengan 10 universitas terkemuka di Indonesia.
Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di daerah, PwC Consulting resmi membuka kantor baru di Yogyakarta
Tiga entitas besar di bidang pengembangan talenta, teknologi, dan transformasi organisasi kini resmi melebur dalam satu identitas baru bernama KTM Solutions.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung hampir satu tahun dinilai membawa perubahan besar bagi arah pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar Indonesia Productivity Summit 2025 pada 12 Desember 2025 di JIEXPO Convention Center and Theater.
Sejak 1990-an, ekonomi global telah bergeser dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Namun, kualitas modal manusia Indonesia masih tertinggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved