Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN limbah dari industri percetakan tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah pun telah mengatur secara khusus di UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sebagai satu di antara pelaku industri percetakan, khususnya digital printing, Wellen Print telah mengantisipasi persoalan limbah, yaitu dengan memaksimalkan penggunaan mesin cetak eco friendly yaitu HP Latex.
“Memilih mesin cetak yang eco-friendly telah kami pertimbangkan dengan matang dan penuh perhitungan agar hasil percetakan tetap ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan,” ujar pemilik Wellen Print, David Wellen pada awak media, Senin (13/3).
Industri percetakan berpotensi menghasilkan limbah B3 yaitu zat, energi, atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan dan makhluk hidup.
Karena itu, tambah David, Wellen Print amat memperhatikan proses produksi mulai dari hulu hingga hilir.
Baca juga : Startup Nuxcle Siap Ubah 200 Juta Roda Dua Konvesional Jadi Ramah Lingkungan
“Bisnis Wellen Print memang fokus pada print custom apparel, merchandise, tumbler, mainan anak, dan printilan lain yang digunakan di kehidupan sehari-hari,” jelas David.
Bahaya untuk Jangka Panjang
“Kalau bahan dan kualitas mesin cetaknya tidak ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan, bahaya pada jangka waktu yang panjang nantinya, apalagi untuk packaging makanan dan minuman,” papar David.
Ia juga tidak menyangka ternyata value dari Wellen Print yang tumbuh dengan mendukung kesehatan lingkungan ternyata mendapatkan apresiasi khususnya masa pandemi.
Baca juga : PTPN Grop Kembangkan Inovasi Pembasmi Hama Sawit yang Ramah Lingkungan
“Awalnya kami memilih printer HP Latex yang water based ini berangkat dari kegelisahan pribadi yang tidak ingin menambah dampak buruk pada lingkungan," katanya.
" Namun, sejak pandemi kemarin, seiring gaya hidup masyarakat yang lebih aware pada kesehatan dan ramah lingkungan telah membawa keuntungan juga bagi percetakan kami yang mengutamakan eco friendly,” ujarnya.
Penggunaan HP Latex
Baca juga : Inovasi Energi Ramah Lingkungan Melalui Program Biogas di Desa Mundu Klaten
Sementara itu, Country Manager HP Large Format Indonesia Hario Tandiwidjojo mengakui bahwa Wellen Print merupakan pengguna HP Latex dengan unit terbanyak di Indonesia.
“Wellen Print termasuk pelaku usaha percetakan yang menanamkan konsep sustainability dengan menggunakan produk kami, Hp Latex. Umumnya, di Indonesia perusahaan lain hanya menggunakan dua unit yang berukuran besar, namun Wellen Print menggunakan lima unit,” ujar Hario.
Gunakan Tinta HP Latex
Hario menjelaskan, seluruh perangkat dalam rangkaian Latex 2700 menggunakan tinta HP Latex generasi keempat, yang bersertifikasi UL ECLOGO serta memenuhi persyaratan UL GREENGUARD GOLD dan Toy Safety.
Baca juga : Legislator: Lewat Inovasi Teknologi, PHE Diharapkan Kian Ramah Lingkungan
“Selain itu, seluruh portofolio terbaru HP menggunakan HP Eco-Carton, kartrid tinta berbasis karton yang mengurangi plastik dengan menggunakan 100% wadah karton yang dapat didaur ulang, serta plastik daur ulang dari proses daur ulang closed-loop, termasuk botol minuman pasca konsumen dan plastik ocean-bound U-validated,” tukasnya. (RO/S-4)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir praktik impor limbah berbahaya dan beracun (B3) yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan merusak lingkungan hidup.
Perumda PAL Jaya bersinergi dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) terkait pemanfaatan aset milik Pemprov DKI Jakarta untuk mengelola limbah B3.
PENGELOLAAN limbah bahan beracun dan berbahaya atau B3 terus digenjot guna mewujudkan net zero emissions (NZE) dan keberlanjutan lingkungan.
Ribuan pelaku industri di Bekasi harus dipastikan teredukasi terhadap kondisi darurat.
Cagub Jabar Dedi Mulyadi (KDM) mendorong pengelolaan sampah dan limbah bukan sekadar omon-omon. Sebab kini pabrik pengelolaan sedang dibangun di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Limbah B3 yang dikelola lebih lanjut mencapai 8.048,60 ton. Sisanya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 sebesar 28.696,22 ton
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved