Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu mengalami situasi mematikan laptop secara paksa (force shutdown)? Jika iya berarti kamu melakukan hal yang fatal.
Mematikan laptop secara paksa bisa membuat prosesor dan memori cepat rusak. Untuk lebih jelasnya simak bahaya mematikan laptop sebagai berikut.
Bahaya mematikan laptop sembarangan yang pertama ialah timbulnya kerusakan pada prosesor. Ketika laptop dimatikan, heatsink akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan prosesor.
Baca juga: Langkah-Langkah Merakit Komputer Sendiri
Semakin sering laptop dimatikan secara paksa, proses pendinginan jadi semakin tidak optimal. Hal ini bisa memicu kerusakan pada procesor.
Selain prosesor, memori RAM berpotensi rusak apabila laptop sering dimatikan secara paksa. Ketika komputer dimatikan, sistem memori harus dikosongkan.
Namun, pengosongan ini takkan bisa terjadi dengan efektif apabila kamu sering mematikan laptop secara paksa. Banyak program yang masih berjalan dan membutuhkan memori. Untuk itu, memori RAM jadi cepat rusak.
Apabila kamu sering sembarangan mematikan laptop, hardisk akan menjadi bad sector. Hal ini membuat umur hardisk menjadi lebih pendek dan cepat rusak.
Dalam proses shut down, laptop biasanya akan meregistrasi ulang komponen yang digunakan beserta software dan datanya. Semua akan disimpan di registry.
Baca juga: Pengertian, Manfaat, dan Persiapan Merakit Komputer Sendiri
Apabila kamu sering mematikan laptop secara paksa, proses ini jadi berantakan. Begitu pula dengan registry.
Bahaya mematikan laptop sembarangan lain ialah timbulnya masalah pada power supply. Ketika shut down dilakukan sembarangan dan mendadak, arus power supply akan mati mendadak. Hal ini bisa memicu masalah pada power supply.
Sebenarnya ada banyak cara mematikan laptop baik dengan keyboard atau mouse. Kebanyakan dari kita tahu cara mematikan PC atau laptop bisa dengan kursor mouse dan tekan tombol Windows lalu pilih Shutdown. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mematikan laptop dengan keyboard.
Lantas, bagaimana cara mematikan laptop yang benar agar tidak cepat rusak? Dirangkum dari berbagai sumber, simak ulasan berikut.
Jika kamu tidak ingin mematikan laptop menggunakan touchpad atau mouse, dapat menekan Alt + F4. Menekan tombol ini akan secara otomatis menutup jendela aplikasi hingga tidak ada lagi jendela yang terbuka. Setelah itu, tombol kombinasi ini akan langsung digunakan untuk mematikan laptop dengan cepat.
Cara ini sering digunakan ketika seseorang kesulitan mematikan laptop atau komputernya. Caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu menekan tombol Windows di keyboard lalu pilih logo penutup dengan ikon panah di keyboard-mu, bukan mouse atau touchpad. Terakhir, klik Matikan.
Cara mematikan laptop selanjutnya ialah kombinasi tombol Ctrl+Alt+Del. Kombinasi untuk mematikan laptop ini sangat populer dan bisa dilakukan meski dengan jendela terbuka.
Kamu dapat menekan kombinasi tombol ini untuk mengakses pengaturan Shut down, Restart, dan Sleep dengan cepat. Setelah itu, kamu bisa langsung mematikan laptop dengan memilih Shutdown.
Jika ingin tampil tech savvy, cara mematikan laptop berikut mungkin bisa menjadi pilihan. Mematikan laptop dari command prompt dapat dilakukan dengan menggunakan sintaks panel CMD tertentu.
Kita hanya membutuhkan beberapa perintah berupa syntax untuk mematikan laptop secara otomatis dengan menggunakan pemrograman Windows. Cara ini bisa dilakukan dengan mengetikkan shutdown -s di CMD lalu tekan Enter pada keyboard kemudian klik Shutdown. Setelah itu, laptop akan mati secara otomatis.
Berbeda dengan yang telah dibahas, metode ini hanya bisa digunakan pada Windows versi Windows XP. Trik ini dilakukan dengan menekan tombol Windows pada keyboard kemudian menekan huruf U dua kali. Ini mematikan laptop.
Nah, itulah tadi beberapa cara mematikan laptop dengan cepat dan aman tanpa ada cara manual yaitu menekan logo Windows (Start) kemudian klik perintah Shutdown satu per satu. Cara di atas bisa kamu gunakan untuk menutup laptop lebih cepat. (Z-2)
Laptop ini biasanya memiliki performa yang cukup, ringan untuk dibawa, dan baterai yang tahan lama supaya siswa atau mahasiswa bisa produktif di sekolah, kampus
Dengan berat hanya sekitar 900 gram, laptop terbaru Asus ini akan jauh lebih ringan dibandingkan kompetitor utamanya di kelas ultrabook, seperti MacBook Air.
Laptop untuk pelajar juga sering dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik tugas, misalnya desain grafis, pemrograman, atau hanya tugas dasar dan browsing internet.
Akses perangkat yang layak menjadi tantangan bagi sebagian mahasiswa. Hadirnya ritel laptop bersertifikasi dapat menjembatani kebutuhan tersebut.
Chromebook disebut sangat cocok untuk sekolah dengan kebutuhan standar dan berbasis cloud..
Daya tahan baterai harus lama, idealnya mampu bertahan lebih dari 8 jam. Spesifikasi yang cukup adalah RAM 8GB dan penyimpanan SSD 256GB.
Colorful memperkenalkan iGame GeForce RTX 5060 Ti MINI OC 8GB sebagai model pertama yang tersedia di pasar global.
Logitech MX Master 4 menetapkan standar baru dalam kontrol, presisi, dan produktivitas bahkan untuk alur kerja yang paling menuntut.
Keyboard Alto Keys hadir dengan tata letak ringkas 98 tombol yang dipadukan dengan desain eksklusif UniCushion Gasket.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nano-Micro Letters, ilmuwan berhasil mengintegrasikan fungsi penginderaan, komunikasi, komputasi, dan penyimpanan ke dalam seutas serat tunggal.
CPU vs GPU: Mana yang Penting untuk Gaming? Cari tahu perbedaan performa keduanya & raih pengalaman gaming terbaik! Klik sekarang!
Asus ExpertCenter DG500MER ditenagai prosesor Intel Core i7-14700 yang menawarkan 20 core dan 28 thread
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved