Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENEKUNI profesi sebagai kreator konten video kini menjadi pilihan menjanjikan. Betapa tidak, seiring berkembangnya media sosial, profesi itu banyak digandrungi kaum milenial.
Tak sedikit pegiat media sosial yang disebut youtuber, tiktoker atau selebgram di Tanah Air yang kini sukses dan telah menginspirasi kaum muda di Tanah Air. Dengan menjadi kreator konten, bisa membangun aset digital yang memberikan dampak positif dan menghasilkan penghasilan melalui konten.
Seorang kreator konten video bertugas menciptakan konten digital. Konten tersebut bisa terdiri dari beberapa unsur seperti tulisan, gambar, visual dan suara. Seorang konten kreator video dapat menggabungkan semua unsur tersebut dan kemudian dijadikan karya video positif yang siap dipublikasikan di Internet.
Menjalani profesi itu tidaklah mudah karena untuk menghasilkan karya terbaik, seorang kreator konten perlu menimba banyak ilmu dan pengalaman melalui pelatihan. Saat ini masih banyak yang merasa kurang percaya diri menekuni profesi kreator konten karena beragam alasan.
Misalnya, tidak punya skill untuk mengedit konten video, belum punya mentor atau komunitas positif, tidak punya teman kolaborasi, bahkan alasan malu tampil di depan kamera.
Menyadari hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan Effion Creator School untuk memberikan beasiswa pelatihan daring gratis bagi yang ingin menjadi konten kreator video. seperti youtuber, tiktoker, selebgram, influencer, dan vlogger di tahun 2022.
Baca juga : Ini Kemampuan Wajib yang Harus Dimiliki di Era Digitalisasi
"Setelah sukses menjalankan pelatihan Master Batch 1 2022 dan telah diikuti oleh ribuan peserta, Digital Talent Scholarship (Kominfo)-Thematic Academy kembali menggelar Program Beasiswa Pelatihan Online Video Content Creator Master Batch 2 yang didukung oleh Effion Creator School selaku mitra resmi," tulis Effion Creator Schoo dalam keterangannya.
Pelatihan online gratis itu akan berlangsung selama 2 minggu setiap sub-batchnya dalam durasi pada 8 Agustus hingga 10 September 2022 (Sektor Umum) dan 1-13 Agustus 2022 (Sektor Disabilitas). Selain untuk umum, pelatihan juga terbuka untuk kaum disabilitas.
Dari segi silabus materinya, setiap peserta akan diajarkan beragam keterampilan pembuatan konten digital.
"Kamu akan diajarkan step by step bagaimana cara memahami prinsip konten kreator video, merencanakan produksi konten video, memproduksi konten video via HP, editing video via HP hingga cara mempublikasikannya di media digital," imbuh Effion Creator School
Syarat untuk mendapatkan beasiswa 100% gratis itu diantaranta, WNI berusia 17-49 tahun pada saat mendaftar, minimal lulusan SMA/SMK/Sederajat dengan latar belakang pendidikan umum, dan memiliki akun media sosial (minimal Instagram).
informasi pendaftaran bisa dilihat di kanal media sosial dan web Effion Creator School. (RO/OL-7)
Menkomdigi Meutya Hafif mengatakan penerbitan peraturan ini merupakan langkah konkret negara untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di internet.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun punya akun pada sejumlah media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan X.
Panduan terbaru 2026 mengenai aturan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Pahami batasan hukum, risiko privasi, dan tips pendampingan orang tua.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved